Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

Monday, 10 September 2012


Mie instan merupakan makanan yang paling simpel dikonsumsi. Mudah dan praktis. Mie instan paling sering dikonsumsi oleh para anak kost. Namun perlu diingat bahayanya. Misalnya, endapan zat pewarna yang sangat berbahaya bagi tubuh.

Ahli gizi Afrinia Ekasari menuturkan, mi instan terbuat dari bahan dasar tepung, terigu, telur, air dan mineral, serta dilengkapi bumbu dan minyak sayur. Memang ada kandungan vitamin, tapi pada faktanya, jauh dari standar untuk memenuhi angka kebutuhan gizi. Terutama bagi anak-anak.

Ada beberapa kandungan berbahaya pada mi instan, yakni bahan pengawet dan pewarna yang tidak dapat diurai di dalam tubuh, sehingga cenderung tidak dapat dikeluarkan. Jadi, apabila zat-zat tersebut terlalu sering dikonsumsi, dapat mengendap dalam tubuh dan bersifat karsinogenik atau merusak.

“Karena itu, untuk memenuhi zat gizi, sebaiknya mi instan ditambahkan sayuran dan protein hewani seperti telur, ayam, udang,” ujar wanita yang lama berkarir di perusahaan makanan tersebut. Afrinia menyarankan jangan terlalu sering mengonsumsi mi instan.

Sementara Andi Imam Arundhana, ahli gizi dari Universitas Hasanuddin menguraikan bahwa dalam prinsip-prinsip makanan seimbang, apa yang dikonsumsi harus beraneka ragam, memiliki kandungan gizi. “Tidak hanya mengandung karbohidrat, tapi juga lemak, protein dan vitamin. Tidak cukup dengan kenyang saja,” ujarnya.

Sebagai gambaran, lanjut Andi, saat sarapan, seseorang membutuhkan sekitar 15-25 persen dari kebutuhan zat gizinya. Sementara kandungan mi instan baru memenuhi sekitar 16 persen kebutuhan karbohidrat dan lemak seseorang (kebutuhan 2.000 kkal).

Terkait dengan bahan pengawet, Andi mengungkapkan, kendati bisa hilang, memang sangat sulit. “Melalui sistem sekresi manusia, setidaknya sekitar empat hari kemudian,” ujarnya.

Karena itulah, dia mengatakan, kalaupun terpaksa harus mengonsumsi mi instan, durasi paling banyak 4-5 hari sekali. “Misalkan hari ini kita sudah konsumsi mi instan, empat hari sampai lima hari kemudian baru bisa konsumsi lagi,” jelasnya.

Andi dan Afrinia sependapat bahwa cara memasaknya harus diperhatikan, selain menambah bahan makanan lain saat mengonsumsi mi instan, demi kesehatan.  Keduanya menyarankan agar ketika memasak mi instan, air rebusan pertamanya dibuang. Hal itu perlu dilakukan untuk membuang pengawetnya.

“Barulah mi instan dimasukkan ke dalam air mendidih yang baru, sehingga kadar pengawetnya keluar,” jelas Andi.

Cara lainnya yang bisa ditempuh adalah tidak menggunakan bumbu bawaan dari mi. “Kita bisa mengolah bumbunya sendiri seperti saat memasak,” kata Andi. Atau, minimal kurangi penggunaan bumbu mi instan. Ini untuk meminimalisasi masuknya pengawet ke dalam tubuh kita.

“Jika sudah terasa cukup, buang saja sisa bumbunya. Bila ingin lebih asin, ada baiknya ganti dengan menambahkan garam,” katanya. “Berbagai cara tadi bisa ditempuh, bila memang kita tidak bisa menghindari konsumsi mi instan.”

Bagian lain yang perlu diperhatikan, yaitu ketika membeli. Kata Afrinia Ekasari, selain melihat tanggal kedaluwarsa, komposisi, logo halal, pastikan juga kemasan tidak cacat atau robek. Sebab dalam kondisi cacat atau robek, berbagai macam serangga dapat mengontaminasi mi instan tersebut.

Oleh: Marmi Panti Hidayah

Para wanita berfantasi dilamar Ryan Gosling, sementara para pria berfantasi berkencan dengan gadis sampul majalah “Maxim” edisi terbaru. Bukankah begitu? Tampaknya memang demikian!

Penelitian terbaru dari Universitas Granda yang dipublikasikan dalam jurnal berbahasa Spanyol “Anales de Psicologia” menemukan, baik pria dan wanita memiliki fantasi seksual yang intim dan romantis yang sama, bukan dengan para selebriti dan para model Victoria Secret, namun bercinta dengan kekasihnya!

Para peneliti yang melakukan survei terhadap pertanyaan yang dijawab oleh 2500 pria dan wanita Spanyol yang sedang menjalani hubungan heteroseksual setidaknya selama enam bulan, menemukan bahwa para pria dan wanita banyak berfantasi mengenai hal yang sama. Ditambah, hampir 100 persen responden memiliki fantasi seksual. Ini artinya bukan cuma pria yang berfantasi mengenai seks.

“Ketika seks merasuki wanita, kita tahu bahwa kita sangat mudah terpengaruh secara visual,” kata Amy Levine, praktisi seks dan pendiri Ignite Your Pleasure kepada HealtySELF, sembari menambahkan bahwa dirinya tidak terkejut oleh hasil tersebut.

“Para wanita dapat dan sering berfantasi tentang seks.” Levine mengatakan ada sebuah kesan yang berbeda dari tiap jenis fantasi para pria dan wanita, namun penelitian tersebut tidak membahasnya.

Namun, tampaknya para pria menghabiskan lebih banyak waktunya untuk berfantasi daripada wanita, seperti yang dilaporkan oleh para peneliti tersebut, yang menemukan sejumlah perbedaan lain di antara para pria dan wanita: para wanita memiliki “fantasi asmara yang romantis” lebih sering daripada para pria, sementara para pria lebih sering berfantasi mengenai petualangan seksual, seperti hubungan seks berkelompok atau menjadi seorang “pelaku seks bebas.”

Tidak peduli apa yang Anda fantasikan, itu sehat, kegiatan itu wajar dan menurut Levine dapat membantu kehidupan seks Anda. “Merupakan hal yang wajar memiliki fantasi seksual, baik saat Anda sendiri atau bersama pasangan Anda,” kata Levine. “Fantasi meningkatkan gairah Anda, meningkatkan sensasi pada kehidupan nyata dan membawa Anda ke puncak kenikmatan,” katanya.

Monday, 13 August 2012


Kentang Bantu Obati Maag
Ghiboo.com - Makanan memang sering disalahkan atas timbulnya maag. Padahal, jika Anda bisa membatasi beberapa makanan yang mengiritasi lambung, maag tak kan pernah muncul.

Iritasi lambung memang bisa diobati dengan obat-obatan untuk mengurangi jumlah asam. Sayangnya, obat-obatan dapat mengganggu penyerapan zat besi dan folat.

Kentang
Untuk mengatasi masalah maag, coba atasi dengan makanan lain yang lebih sehat. Kentang diyakini memberikan nutrisi yang dapat membantu meredakan asam lambung.

Ilmuwan dari Manchester University, Inggris, menemukan kentang mengandung molekul antibakteri, yang dikenal dengan 'jus kentang'.

Uniknya, tidak seperti antibiotik, bakteri tidak dapat memberikan perlawan terhadap 'jus kentang' dan tidak menimbulkan efek samping.

"Kami melihat 'jus kentang' sebagai produk yang dapat mencegah dan menghentikan sakit maag yang bisa semakin parah, dan setiap orang menggunakannya sebagai bagian dari gaya hidup mereka," jelas profesor mikrobiologi dari Faculty of Life Science, Ian Roberts, yang dilansir melalui Dailymail (9/8).

Tuesday, 7 August 2012

Munculnya bercak hitam atau sproeten pada kulit wajah, leher, atau punggung, sering kali mengganggu. Bercak itu hadir terutama usai berjemur atau ketika kulit tersengat ultraviolet dari sinar matahari yang langsung menyoroti kulit.

Sebenarnya sproeten merupakan bercak hitam yang terdapat pada lapisan epidermis atau kulit bagian luar saja. Bercak ini tidak berdampak pada kesehatan tubuh, hanya penampilan luar saja yang terganggu.

Ahli kecantikan Wishnu Wardhana mengungkapkan, banyak penyebab munculnya bercak hitam pada kulit, selain sinar matahari. Bisa juga akibat faktor genetik, kosmetik, konsumsi obat-obatan yang memicu pigmentasi kulit, atau bisa juga akibat usia maupun faktor hormon.

Secara umum, dalam banyak studi tentang kesehatan kulit, matahari kerap menjadi tersangka utama atas kemunculan bercak hitam pada kulit. Ini terjadi akibat sinar matahari yang langsung menerpa kulit, menyebabkan produksi melanin yang berlebihan sehingga warna kulit menjadi lebih gelap. Bercak-bercak pun bisa muncul.

Kelebihan produksi melanin ini disebut juga sebagai hyperpigmentation alias kelebihan pigmentasi. Pada umumnya memang tidak berbahaya. Namun tetap jangan anggap remeh bercak hitam tersebut, sebab ada juga bercak yang berbahaya.

Ciri-ciri bercak yang berbahaya itu biasanya ditandai dengan bercak yang besarnya makin meluas. “Juga disertai dengan rasa sakit dan gatal,” ujar Wishnu.

Kendati demikian, bercak hitam yang tidak berbahaya pun secara psikologis bisa mengurangi rasa percaya diri. Rasa minder yang diikuti dengan stress bisa berdampak pada produksi hormon yang pada ujungnya akan memperbanyak kehadiran bercak hitam pada kulit.

Untuk menghindari munculnya bercak hitam akibat serangan matahari, gunakanlah sunblock setiap kali beraktivitas di luar ruangan. Lebih baik lagi jika kita bisa menghindari terpaan sinar matahari langsung pada kulit.

Cara lainnya, Wishnu menuturkan, adalah dengan banyak-banyak minum air putih. “Bisa juga sekalian dengan mengonsumsi suplemen atau vitamin untuk kulit,” ujarnya.

By : Erly Susana (VISTA)

Monday, 6 August 2012

Tonsilitis adalah peradangan pada organ tonsil / amandel bersama pengumpulan lektosit, bakteri patogen, dan juga sel-sel epitel mati. Secara medis peradangan ini ada yang akut, ditandai dengan rasa nyeri menelan dan sering disertai demam. Sedangkan tonsilitis yang sudah kronis (akut) biasanya tidak nyeri ketika menelan, tapi jika ukurannya tonsil cukup besar sehingga menyebabkan kesulitan menelan.

Kapan tonsilitis atau radang amandel harus dioperasi? Para dokter ahli masih belum satu pendapat mengenai ini, namun umumnya literatur klinik membagi indikasi operasi tonsilitis menjadi :
- Absolut (harus operasi)
- Relatif (tidak operasi)

Gejala Tonsilitis
Gejala tonsilitis atau radang amandel adalah penderita merasa tenggorokan kering, ada rasa mengganjal di leher, nyeri saat menelan ludah atau makanan dan minuman sehingga menjadi malas makan. Nyeri ketika tonsilitis meradang dapat menjalar ke sekitar leher dan telinga.

Gejala umum tonsilitis berupa :
  1.     Demam
  2.     Sakit tenggorokan
  3.     Kadang menggigil
  4.     Lemas
  5.     Nyeri otot
  6.     Batuk pilek
  7.     Suara serak
  8.     Mulut berbau
  9.     Mual
  10.     Nyeri perut
  11.     Pembesaran kelenjar getah bening sekitar leher
Terkadang penderita tonsilitis (kronis) mendengkur saat tidur terutama jika ada pembesaran kelenjar yang berada di dinding bagian belakang antara tenggorokan dan rongga hidung.

Gejala tonsilitis tersebut dapat diketahui jika si penderita melakukan pemeriksaan. Pada saat pemeriksaan, dijumpai pembesaran tonsil (amandel), berwarna merah, kadang dijumpai bercak putih (eksudat) pada permukaan tonsil, warna merah yang menandakan adanya peradangan di sekitar tonsil dan tenggorokan.

Pencegahan Tonsilitis
Tidak ada cara khusus mencegah amandel atau tonsilitis. Namun ada beberapa cara membantu untuk menghindarkan diri dari radang amandel dan tonsilitis :
  1. Cuci tangan sesering mungkin mencegah penyebaran mikro-organisme yang dapat menimbulkan tonsilitis.
  2. Menghindari kontak dengan penderita infeksi radang tenggorokan, setidaknya hingga 24 jam setelah penderita infeksi tenggorokan.
  3. Hindari banyak bicara dan istirahat yang cukup.
  4. Konsumsi air hangat atau dapat ditambahkan dengan konsumsi herbal seperti lamandel.
Di musim pancaroba seringkali gejala dan kasus tonsilitis meningkat cukup tinggi. Sehingga perlu diwaspadai khususnya bagi yang memiliki anak dibawah 10 tahun. Menghindari air es juga perlu dilakukan untuk mencegah radang amandel atau tonsilitis menyerang.

Thursday, 2 August 2012


Pengobatan Kanker Payudara dengan Injeksi


REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA – Di Indonesia, termasuk di Yogyakarta, kanker payudara menduduki kasus yang terbanyak di antara penyakit kanker.
Dan sekitar 20-35 persen penyakit kanker payudara di Indonesia dengan tipe HER2 positif, sehingga punya kecenderungan berkembang lebih ganas dan pasiennya relatif lebih muda (40-50 tahun).
Hal itu dikemukakan peneliti utama dari RSUP Dr Sardjito dr Johan Kurnianda, SpPD-KHOM dalam Peluncuran Penelitian SafeHer Penelitian Global Keamanan Trastuzumab di Hotel Novotel Yogyakarta, Kamis (2/8).
Berbeda halnya dengan di Eropa dan Amerika kebanyakan kanker payudara berkembang lebih proses hormonal dan penderitanya sudah usia lanjut. Kanker payudara dengan tipe HER2 positif merupakan kanker payudara yang berkembang tidak melalui proses hormonal melainkan karena protein HER2 diproduksi secara berlebihan.
“Kanker payudara jenis ini lebih cepat resisten terhadap obat standar radiasi maupun kemoterapi,” jelas Johan.
Oleh karena itu, untuk mengatasi kanker payudara dengan status HER2 positif diberi obat anti HER2 (Trastuzumab) dan obat ini terbukti efektif sebagai terapi tunggal atau kombinasi dengan kemoterapi standar. Karena dapat meningkatkan respon pengobatan, harapan hidup dan kualitas hidup yang lebih baik pada penderita kanker payudara stadium lanjut dengan HER2 positif.
Menurut Health Medical Management Roche, Dr Arya Wibitomo, selama ini pengobatan dengan Trastuzumab dilakukan melalui infus intravenus yang membutuhkan waktu 30-90 menit.
Saat ini, sedang dilakukan penelitian SafeHer untuk melakukan inovasi dalam pengobatan HER2 positif dengan Trastuzumab lewat injeksi di bawah kulit (subkutan).
''Dengan pemberian obat injeksi diharapkan lebih nyaman untuk pasien, dan aman karena hanya memerlukan waktu lima menit. Diharapkan nantinya pasien bisa menyuntikkan sendiri seperti pemberian insulin pada pasien diabetes mellitus,'' kata Arya.
Penelitian SafeHer ini dilakukan di 40 negara (300 rumah sakit) dengan 2.500 pasien. Di Indonesia sendiri penelitian ini dimulai tahun ini di lima RS Pendidikan (RSUP Dr Sardjito Yogyakarta, RSUP Ciptomangunkusumo Jakarta, RS Kanker Dharmais Jakarta, RS Hasan Sadikin Bandung dan  RS Dr Sutomo Surabaya).

Seperti halnya kulit kering, kondisi kulit berminyak bukan kondisi yang harus "disembuhkan", karena itu adalah kondisi kulit kita yang berasal dari gen masing-masing orang. Yang dapat kita lakukan adalah mengenali kondisi tersebut dan bagaimana menghadapinya.

Kesalahpahaman paling umum jika kita memiliki kulit berminyak adalah kita harus menggunakan produk yang berlabel mattifying. Pada praktiknya, hal ini tidak selalu benar. Yang dibutuhkan adalah produk yang dapat mengontrol dan menyeimbangkan produksi sebum. Produk yang menguras minyak sampai habis malah akan memicu produksi sebum yang lebih banyak sebagai kompensasi, dan kemudian malah memicu timbulnya jerawat.

Langkah-langkah berikut dapat diikuti untuk merawat kulit berminyak

1. Pilihlah pembersih yang tepat. Membersihkan wajah adalah langkah yang paling penting untuk kulit berminyak. Benar seperti Chandra bilang, untuk selalu membersihkan wajah 2 kali sehari. Pilihlah produk yang mengandung clay, great purifier, dan dirt magnet. Biasanya, pembersih yang mengandung kandungan-kandungan tersebut sangat efektif membersihkan kulit yang berminyak. Beberapa produk pembersih yang cocok untuk kulit berminyak bisa dilihat disini.

Oatmeal cleanser juga adalah pilihan yang sangat cocok untuk bisa kamu coba.

2. Jangan pernah melupakan toner, karena selain mengembalikan kelembapan kulit, toner juga berfungsi sebagai langkah pertama dalam mengendalikan sebum di wajah. Pilihlah produk yang tidak mengandung terlalu banyak acid dan astringen. Ini malah akan memperburuk keadaan kulit.

3. Hanya karena kulit kita memproduksi minyak berlebihan, tidak berarti kita tidak butuh pelembap. Dalam memilih pelembap, pilihlah produk yang tidak mengandung minyak dan mengandung asam salisilat.

Friday, 27 July 2012

Tindik tubuh memang salah satu cara meningkatkan penampilan, tapi jangan sampai berubah mendatangkan penyakit. Perhatikan beberapa hal ini sebelum menindik tubuh.

Riset
Lakukan riset kecil tentang risiko yang mungkin timbul dari tempat tindikan pilihan Anda. Beberapa wanita yang menindik payudara bahkan sudah melepasnya, karena mendapat gangguan atau kesulitan ketika berusaha menyusui bayi. Tindikan di lidah yang bergesekan dengan gigi terus-menerus juga berisiko menimbulkan gangguan kesehatan gigi.
Selain itu, jika Anda bekerja di sebuah perusahaan tak ada salahnya mencari tahu apakah ada peraturan tentang menindik selain telinga. Tindikan bisa meninggalkan luka permanen dan pada beberapa bagian tidak mudah untuk dilepas. Pastikan Anda sudah memantapkan diri dan mengetahui benar alasan serta risiko Anda menindik sebelum melakukannya.

Tempat
Ada dua hal yang berkaitan dengan tempat menindik. Pertama di bagian mana tubuh Anda akan ditindik. Kedua di mana Anda akan melakukan proses tindik tubuh.

Kenali tubuh Anda dengan baik, apakah ada bekas luka, seberapa cepat biasanya Anda sembuh dari luka, kondisi kesehatan khusus, atau alergi bahan tertentu. Tukang tindik yang baik mengetahui area mana yang baik atau berbahaya.

Jika Anda berencana menindik bagian yang rentan seperti kelamin, payudara, daerah di dekat mata, atau bagian tubuh yang sensitif, konsultasikan terlebih dahulu. Pastikan juga bagian tubuh yang akan ditindik tidak akan menganggu kegiatan Anda seperti olahraga, menyusui, atau menganggu pakaian sehari-hari.

Intinya, jangan sampai menindik malah menimbulkan ketidaknyamanan.

Pilih tempat tindik yang bersih dan profesional. Demi kesehatan dan kebersihan sebaiknya hindari menindik sendiri bagian tubuh Anda. Pastikan tukang tindik Anda menggunakan jarum baru yang bersih, alat-alat steril, dan si penindik dalam keadaan sehat.

Sebaiknya si penindik juga mengetahui tentang anatomi tubuh sehingga bisa memberikan Anda informasi tentang risiko dan perawatan usai tindik. Tempat dan peralatan tindik yang tidak steril bisa berisiko menyebabkan penularan penyakit Hepatitis B, C, HIV/AIDS, atau penyakit tetanus.

Jenis perhiasan
Setelah memilih tempat, Anda akan memilih perhiasan yang digunakan untuk menghias tempat yang diinginkan. Pastikan Anda pernah mencoba bahan perhiasan tersebut atau mengetahui dengan baik Anda tidak memiliki alergi terhadap bahan yang dipilih.

Jika akan menindik di bagian wajah, sesuaikan bentuk wajah dengan perhiasan yang tepat. Perhiasan yang terlalu besar atau terlalu kecil dapat menimbulkan efek yang berbeda pada wajah. Sebaiknya coba sematkan dulu perhiasan pada wajah untuk melihat bagaimana tampilannya pada wajah Anda. Ajak teman atau orang terdekat untuk memberi pendapat.

Setelah tindik
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti bagaimana perawatan tindikan Anda, berapa lama proses penyembuhan luka, hingga hal apa yang perlu diwaspadai.

Tukang tindik yang baik bisa memberitahukan perawatan yang tepat setelah tindik. Perawatan ini tentu berbeda-beda sesuai bagian tubuh yang ditindik. Pastikan Anda mengetahui berapa lama Anda dapat melepas perhiasan Anda untuk pertama kali setelah ditindik.

Jika Anda menindik mulut, hindari merokok atau minum alkohol hingga luka Anda sembuh untuk mencegah iritasi lebih lanjut. Bersihkan perhiasan dan bagian yang ditindik secara teratur untuk menghindari infeksi.

Lama penyembuhan luka berbeda pada masing-masing bagian tubuh. Daun telinga bisa pulih dalam 4-8 minggu sedangkan tulang rawan telinga membutuhkan waktu yang lebih lama, sekitar 4-12 bulan. Luka tindikan pada lidah dan alis membutuhkan waktu 4-8 minggu untuk pulih tergantung kondisi tubuh. Sedangkan luka tindikan pada bibir dan hidung bisa memakan waktu 2-4 bulan.

Setelah ditindik, perhatikan betul kondisi luka dan area tindikan Anda. Beberapa kondisi yang perlu diwaspadai adalah pendarahan yang berkepanjangan, sakit yang tak tertahankan dalam waktu lama, keluarnya cairan atau nanah pada bagian yang ditindik, rasa panas yang berkepanjangan pada area tersebut.

Terkadang perhiasan tindik bisa terlepas paksa sehingga mengakibatkan luka robek, serta gangguan fungsi pada bagian yang ditindik. Jangan menunggu lama jika mengalami gejala tersebut, segera pergi ke dokter untuk mendapat perawatan.

Sunday, 24 June 2012


Paru-paru Basah (Bronchitis) merupakan gangguan kesehatan yang terjadi ketika saluran bronchial dalam paru-paru terendam dengan air. Saluran bronchial ini kemudian akan membengkak dan memproduksi lendir, yang menyebabkan timbulnya batuk-batuk.
Penyakit ini sering timbul setelah adanya infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), seperti pilek. Sebagian besar gejala bronchitis akut seperti sakit di dada, sesak napas, dll biasanya bertahan hingga 2 minggu, namun batuknya bisa terus bertahan hingga 8 minggu pada kasus tertentu.
Bronchitis kronis bisa berlangsung dalam jangka waktu yang panjang dan biasanya menyerang para perokok. Orang yang menderita bronchitis biasanya akan terus batuk berdahak selama 3 bulan tiap tahunnya, selama 2 tahun berturut-turut. Jika Anda atau keluarga Anda pernah didiagnosa dengan penyakit ini, maka sebaiknya Anda mengunjungi dokter spesialis untuk diperiksa lebih lanjut.
Jenis infeksi paru-paru lainnya yang harus diketahui oleh para prang tua adalah Bronchiolitis. Bayi bisa diserang penyakit bronchiolitis (infeksi yang disebabkan oleh virus) yang bisa menghalangi saluran pernapasannya sehingga perlu dirawat.

Penyebab Paru-Paru Basah (Bronchitis)
Beberapa jenis virus, diantaranya: Respiratory Syncytial Virus (RSV), Adenovirus, Influenza dan Parainfluenza, Bakteri, pada kasus yang jarang ditemui, Polutan (bahan kimia yang terkandung dalam udara)

Tanda-Tanda Dan Gejala (Paru-Paru Basah) Bronchitis
Batuk berdahak (pada hari-hari pertama mungkin batuk kering)
- Rasa sakit di dada
- Rasa lelah
- Sakit kepala ringan
- Sakit-sakit pada badan
- Demam
- Mata berair
- Sakit tenggorokan

Bronchiolitis
Bronchiolitis biasanya menyerang anak dibawah usia 2 tahun, terutama bayi berusia 3-6 bulan. Penyebab utamanya adalah Respiratory Syncytial Virus (RSV) dan terkadang bisa juga disebabkan oleh virus seperti Adenovirus, Influenza dan Parainfluenza.
Virus ini bisa berpindah dari satu orang ke orang lain, baik melalui kontak langsung dengan cairan hidung, maupun melalui udara yang terpolusi. Walaupun RSV hanya akan menimbulkan gangguan ringan pada orang dewasa, namun tidak demikian pada bayi lho!
Resiko terkena bronchiolitis akan meningkat jika terdapat faktor-faktor berikut pada bayi:
Sering berada di sekitar perokok
Usia bayi kurang dari 6 bulan
Hidup di lingkungan yang padat penduduk
Kurang konsumsi ASI
Lahir prematur

Gejala Bronchiolitis
Biasanya dimulai dengan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) ringan
Dalam 2-3 hari bisa semakin parah yang disertai batuk berdesis
Napas bayi tersengal-sengal
Bayi terlihat panik dan gelisah
Pada kasus yang parah, bayi akan membiru dan ini merupakan situasi yang gawat
Cuping hidung bayi akan terlihat membesar setiap kali menarik napas
Otot-otot antara tulang rusuk akan tertarik setiap kali menarik napas

Terapi yang Dapat Membantu
Menepuk-nepuk dada bayi
Konsumsi cairan yang cukup, selain ASI, untuk bayi diatas 6 bulan Anda bisa memberikan air jeruk hangat atau jus apel hangat
Menghisap uap air bisa membantu mencairkan dahak kental yang bisa menyebabkan bayi Anda tersedak. Anda bisa menggunakan alat semacam Humidifier untuk ini
Banyak beristirahat
Jangan biarkan orang merokok di dekat bayi Anda
Biasanya gejala ini akan berkurang dalam waktu 1 minggu dan kesulitan bernapas akan berkurang dalam waktu 3 hari. Angka kematian bayi akibat penyakit ini tidak sampai 1 %.

Thursday, 14 June 2012


Flu Singapore sebenarnya adalah penyakit yang di dunia kedokteran dikenal sebagai Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau dalam bahasa Indonesia Penyakit Tangan, Kaki, dan Mulut (PTKM). Penyakit ini sesungguhnya sudah lama ada di dunia. Berdasar laporan yang ada, kejadian luar biasa penyakit ini sudah ada di tahun 1957 di Toronto, Kanada. Sejak itu terdapat banyak kejadian di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri sebenarnya penyakit ini bukan penyakit baru.

Istilah Flu Singapore muncul karena saat itu terjadi ledakan kasus dan kematian akibat penyakit ini di Singapura. Karena gejalanya mirip flu, dan saat itu terjadi di Singapura (dan kemudian juga terjadi di Indonesia), banyak Media cetak yang membuat istilah flu Singapore, walaupun ini bukan terminologi yang baku.

PENYEBAB
PTKM ini adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus RNA yang masuk dalam famili Picornaviridae (Pico, Spanyol = kecil ), Genus Enterovirus ( non Polio ). Genus yang lain adalah Rhinovirus, Cardiovirus, Apthovirus. Di dalam Genus enterovirus terdiri dari Coxsackie A virus, Coxsackie B virus, Echovirus dan Enterovirus.
Penyebab PTKM yang paling sering pada pasien rawat jalan adalah Coxsackie A16, sedangkan yang sering memerlukan perawatan karena keadaannya lebih berat atau ada komplikasi sampai meninggal adalah Enterovirus 71. Berbagai enterovirus dapat menyebabkan berbagai penyakit.
Penyakit ini sangat menular dan sering terjadi dalam musim panas. PTKM adalah penyakit yang kerap terjadi pada kelompok masyarakat yang padat dan menyerang anak-anak usia 2 minggu sampai 5 tahun ( kadang sampai 10 tahun ). Orang dewasa umumnya lebih kebal terhadap enterovirus, walau bisa juga terkena.
Penularannya melalui jalur fekal-pral (pencernaan) dan saluran pernapasan, yaitu dari droplet (butiran ludah), pilek, air liur, tinja, cairan vesikel (kelainan kulit berupa gelembung kecil berisi cairan) atau ekskreta. Penularan kontak tidak langsung melalui barang, handuk, baju, peralatan makanan, dan mainan yang terkontaminasi oleh sekresi itu. Tidak ada vektor tetapi ada pembawa (carrier) seperti lalat dan kecoa.
Penyakit ini memberi imunitas spesifik, namun anak dapat terkena PTKM lagi oleh virus strain Enterovirus lainnya. Masa Inkubasi 2 - 5 hari.

GEJALA
Mula-mula demam tidak tinggi 2-3 hari, diikuti sakit leher (faringitis), tidak ada nafsu makan, pilek, gejala seperti "flu" pada umumnya yang tak mematikan. Timbul vesikel yang kemudian pecah, ada 3-10 ulkus di mulut seperti sariawan ( lidah, gusi, pipi sebelah dalam ) terasa nyeri sehingga sukar untuk menelan.
Bersamaan dengan itu timbul rash/ruam atau vesikel (lepuh kemerahan/blister yang kecil dan rata), papulovesikel yang tidak gatal ditelapak tangan dan kaki. Kadang-kadang rash/ruam (makulopapel) ada dibokong. Penyakit ini umumnya akan membaik sendiri dalam 7-10 hari, dan tidak perlu dirawat di rumah sakit.
Bila ada gejala yang cukup berat, barulah penderita perlu dirawat di rumah sakit. Gejala yang cukup berat tersebut antara lain :
- Hiperpireksia, yaitu demam tinggi dengan suhu lebih dari 39 C.
- Demam tidak turun-turun - Takikardia (nadi menjadi cepat)
- Takipneu, yaitu napas jadi cepat dan sesak - Malas makan, muntah, atau diare berulang dengan dehidrasi. - Letargi, lemas, dan mengantuk terus - Nyeri pada leher, lengan, dan kaki. - Kejang-kejang, atau terjadi kelumpuhan pada saraf kranial - Keringat dingin - Fotofobia (tidak tahan melihat sinar) - Ketegangan pada daerah perut - Halusinasi atau gangguan kesadaran

Komplikasi penyakit ini adalah :
- Meningitis (radang selaput otak) yang aseptik - Ensefalitis (radang otak) - Myocarditis (Coxsackie Virus Carditis) atau pericarditis - Acute Flaccid Paralysis / Lumpuh Layuh Akut (Polio-like illness)

Satu kelompok dengan penyakit ini adalah :
1. Vesicular stomatitis dengan exanthem (PTKM) - Cox A 16, EV 71 (Penyakit ini)
2. Vesicular Pharyngitis (Herpangina) - EV 70
3. Acute Lymphonodular Pharyngitis - Cox A 10

PENGOBATAN
1. Istirahat yang cukup
2. Pengobatan spesifik tidak ada, jadi hanya diberikan secara simptomatik saja berdasarkan keadaan klinis yang ada.
3. Dapat diberikan :
- Immunoglobulin IV (IGIV), pada pasien imunokompromis atau neonatus
- Extracorporeal membrane oxygenation.
4. Pengobatan simptomatik :
- Antiseptik di daerah mulut
- Analgesik misal parasetamol
- Cairan cukup untuk dehidrasi yang disebabkan sulit minum dan karena demam
- Pengobatan suportif lainnya ( gizi dll )

Penyakit ini adalah "self limiting diseases", yaitu dapat sembuh dengan sendirinya, dalam 7-10 hari, pasien perlu istirahat karena daya tahan tubuh menurun. Pasien yang dirawat adalah yang dengan gejala berat dan komplikasi tersebut diatas.

PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT
Penyakit ini sering terjadi pada masyarakat dengan sanitasi yang kurang baik. Pencegahan penyakit adalah dengan menghilangkan kekumuhan dan kepadatan lingkungan; kebersihan (Higiene dan Sanitasi) lingkungan maupun perorangan. Cara yang paling gampang dilakukan adalah misalnya membiasakan selalu cuci tangan, khususnya sehabis berdekatan dengan penderita, desinfeksi peralatan makanan, mainan, handuk yang memungkinkan terkontaminasi.
Bila perlu anak tidak bersekolah selama satu minggu setelah timbul rash sampai panas hilang. Pasien sebenarnya tak perlu diasingkan karena ekskresi virus tetap berlangsung beberapa minggu setelah gejala hilang, yang penting menjaga kebersihan perorangan.
Di Rumah sakit "Universal Precaution" harus dilaksanakan.Penyakit ini belum dapat dicegah dengan vaksin (Imunisasi).

Sunday, 10 June 2012


Kanker kulit biasanya tumbuh di epidermis (lapisan paling luar kulit), sehingga kanker kulit merupakan kanker yang stadium awalnya paling mudah dideteksi. Kanker jenis ini lebih banyak menyerang kulit putih dibandingkan kulit berwarna.


Penyakit kanker kulit dewasa ini cenderung mengalami peningkatan jumlahnya terutama di kawasan Amerika, Australia dan Inggris.

Di Indonesia penderita kanker kulit terbilang sangat sedikit dibandingkan ke-3 negara tersebut, namun demikian kanker kulit perlu dipahami karena selain menyebabkan kecacatan (merusak penampilan) juga pada stadium lanjut dapat berakibat fatal bagi penderita.

Pilihan Pengobatan Kanker Kulit

Jika Anda memilih pengobatan kanker kulit secara medis, maka tindakan yang dilakukan umumnya adalah pembedahan atau pengangkatan jaringan kulit (kanker), atau dapat pula dengan tindakan penyinaran. Metode lainnya yang juga kerap dilakukan adalah bedah beku, bedah listrik, laser, fotodinamik serta dengan obat-obatan baik yang dioleskan maupun disuntikkan (kemoterapi).

Namun, ada pula alternatif pengobatan kanker kulit dengan tanaman herbal yang kini diminati banyak orang, sebagai alternatif yang terjangkau biayanya. Indonesia kaya akan berbagai tanaman yang dapat digunakan sebagai obat herbal, di antara banyak tanaman yang berfungsi sebagai obat kanker alami, ada satu yang menempati posisi 'primadona' untuk penyembuhan berbagai jenis kanker, termasuk kanker kulit, nama herbal ini adalah Sarang Semut yang berasal dari belantara hutan Papua.

Sarang Semut telah terbukti secara empiris menyingkirkan berbagai penyakit berat termasuk kanker dan tumor. Mari kita menyingkap misteri di balik kesuksesannya. Berbagai penelitian telah dilakukan untuk mengetahui kandungannya yang berperan penting dalam menumpas kanker dan tumor. Hasilnya?

Dr M. Ahkam Subroto, Ahli Peneliti Utama dari Pusat Bioteknologi LIPI, mengungkapkan bahwa senyawa aktif yang terkandung dalam Sarang Semut  adalah flavonoid, tanin, dan polifenol yang berfungsi sebagai antioksidan dalam tubuh sehingga sangat tepat jika digunakan sebagai obat kanker.

Sarang Semut mengandung senyawa aktif antioksidan (tokoferol dan fenolik). Menurut Prof Dr Elin Yulinah Sukandar, Guru Besar Farmasi ITB, kandungan tokoferol itu cukup tinggi. Tokoferol berfungsi sebagai antioksidan dan antikanker. Ia menangkal serangan radikal bebas dengan cara antidegeneratif. Senyawa kaya vitamin E itu juga berfaedah sebagai antipenuaan.

Bila kita mengonsumsi banyak lemak dan radikal bebas, tokoferol akan mengatasinya", ujar Ahmad Sulaeman, Doktor  Ahli Nutrisi Alumnus University of Nebraska Lincoln. Peran vitamin E bagi kesehatan amat vital. Ia mencegah asam lemak tak jenuh, komponen sel membran dari oksidasi oleh radikal bebas.

Penelitian menunjukkan bahwa alfa-tokoferol pada konsentrasi 12 ppm saja telah mampu meredam radikal bebas hingga 96%. Sedangkan Sarang Semut kaya akan antioksidan tokoferol, sampai sekitar 313 ppm. Maka tidak heran herbal ini dikenal memiliki reaksi yang cepat dalam membantu menumpas kanker, tumor, dan berbagai bentuk benjolan yang bisa menjadi tumor atau kanker.

Dalam uji in vitro, terbukti bahwa Sarang Semut ampuh sebagai obat kanker. Yang membuktikan keampuhan itu adalah Qui Kim Tran dari University National of Hochiminch City bersama dengan koleganya Yasuhiro Tezuka, Yuko Harimaya, dan Arjun Hari Banskota yang bekerja di Toyama Medical and Pharmaceutical University.

Dalam penelitiannya itu, Qui Kim Tran menggunakan Sarang Semut yang berbobot 2-3 kg, kemudian diekstrak dengan berbagai pelarut seperti air, methanol, dan campuran methanol-air. Mereka lalu menumbuhkan 3 sel kanker yang amat metastasis alias mudah menyebar ke bagian tubuh lain seperti kanker serviks, kanker paru, dan kanker usus.

Masing-masing hasil ekstraksi itu lalu diberikan kepada setiap sel kanker. Hasilnya sungguh menakjubkan, Sarang Semut ternyata mempunyai aktivitas antiproliferasi yang kuat!! Yaitu menghambat penyebaran sel-sel kanker, yang bahkan penyebarannya cepat dan abnormal. Khasiatnya yang menakjubkan tersebut, menjadikan Sarang Semut sebagai salah satu alternatif pengobatan kanker yang banyak diminati, termasuk untuk pengobatan kanker kulit.

Sarang Semut juga mengandung flavonoid yang berguna sebagai antioksidan sehingga baik untuk mencegah dan membantu mengobati kanker, melindungi struktur sel, meningkatkan efektivitas vitamin C, antiinflamasi dan sebagai antibiotik. Ada beberapa mekanisme kerja dari flavonoid dalam melawan tumor/kanker, misalnya inaktivasi karsinogen, antiproliferasi (menghambat proses perbanyakan sel abnormal pada kanker), penghambatan siklus sel, induksi apoptosis dan diferensiasi, inhibisi angiogenesis, dan pembalikan resistensi multi-obat atau kombinasi dari mekanisme-mekanisme tersebut.

Tidak diragukan lagi. Sarang Semut terbukti secara ilmiah sebagai obat kanker alami yang benar-benar ampuh. Banyak orang telah diyakinkan akan khasiatnya yang mengagumkan. Sebagai salah satu alternatif pengobatan kanker kulit, Sarang Semut telah membantu banyak orang mendapatkan kesembuhan dengan cara yang murah dan aman.

Dengan Sarang Semut kesembuhan dari kanker kulit dapat diperoleh tanpa harus mengeluarkan banyak biaya dan waktu. Karena menurut para pengguna, setelah 1-2 bulan mereka mengonsumsi herbal ini, tubuh sudah dapat merasakan perubahan yang berarti, kanker berhenti menyebar dan mulai mengecil skalanya.

Hal ini terlihat dari pernyataan Hendro Saputro yang telah memperkenalkan Sarang Semut sebagai tanaman obat sejak tahun 2001. Ia mengungkapkan bahwa mereka yang mengonsumsi herbal ini banyak yang mendapatkan kesembuhan yang benar-benar tuntas, seperti pada kanker otak, kanker rahim, dan kanker prostat. Dalam Majalah Natural, Ia berkomentar seperti berikut, "Rata-rata yang meminum rebusan Sarang Semut dan mendapatkan hasil setelah seminggu bahkan ada yang 3 hari sudah terlihat hasilnya".

Contoh nyata dari komentar tersebut telah dirasakan para pelanggan Mecodia kapsul (Produk ekstrak Sarang Semut) yang terkena kanker, rata-rata melaporkan sudah mulai merasakan khasiat hanya setelah menggunakan selama 1-2 bulan saja!

Bahkan banyak pelanggan yang sudah menjalani pengobatan medis dengan obat-obat kimia, juga memadukannya dengan Mecodia, dan merasakan proses kesembuhan yang lebih cepat dari pada sebelumnya. Hal ini cocok dengan komentar Dr Dewata yang dimuat di Majalah Trubus, "Pasien yang memadukan antioksidan dan obat kimia dokter lebih cepat sembuh daripada hanya menggunakan obat kimia."

Hasil yang sama juga dirasakan penderita kanker yang sudah menggunakan herbal anti kanker lainnya seperti Noni Juice dan Keladitikus, kemudian mengombinasikannya dengan Sarang Semut. Rata-rata menyatakan bahwa proses kesembuhan yang dirasakan berangsur-angsur lebih cepat terasa!

Berbagai penelitian dan hasil positif dari penggunaan Sarang Semut sebagai obat kanker alami, tentu saja membuat herbal Sarang Semut ini dapat dijadikan sebagai salah satu pilihan terbaik sebagai alternatif pengobatan kanker kulit, bukan hanya karena faktor ekonomis, tapi dalam beberapa kasus kesembuhan juga dapat diperoleh tanpa harus melalui proses pengobatan yang seringkali dirasa melelahkan dan menyakitkan, pembedahan, kemoterapi, dan tanpa harus mengalami berbagai efek samping negatif lainnya akibat pengobatan medis.
Kanker kulit biasanya tumbuh di epidermis (lapisan paling luar kulit), sehingga kanker kulit merupakan kanker yang stadium awalnya paling mudah dideteksi. Kanker jenis ini lebih banyak menyerang kulit putih dibandingkan kulit berwarna.


Penyakit kanker kulit dewasa ini cenderung mengalami peningkatan jumlahnya terutama di kawasan Amerika, Australia dan Inggris.

Di Indonesia penderita kanker kulit terbilang sangat sedikit dibandingkan ke-3 negara tersebut, namun demikian kanker kulit perlu dipahami karena selain menyebabkan kecacatan (merusak penampilan) juga pada stadium lanjut dapat berakibat fatal bagi penderita.

Pilihan Pengobatan Kanker Kulit

Jika Anda memilih pengobatan kanker kulit secara medis, maka tindakan yang dilakukan umumnya adalah pembedahan atau pengangkatan jaringan kulit (kanker), atau dapat pula dengan tindakan penyinaran. Metode lainnya yang juga kerap dilakukan adalah bedah beku, bedah listrik, laser, fotodinamik serta dengan obat-obatan baik yang dioleskan maupun disuntikkan (kemoterapi).

Namun, ada pula alternatif pengobatan kanker kulit dengan tanaman herbal yang kini diminati banyak orang, sebagai alternatif yang terjangkau biayanya. Indonesia kaya akan berbagai tanaman yang dapat digunakan sebagai obat herbal, di antara banyak tanaman yang berfungsi sebagai obat kanker alami, ada satu yang menempati posisi 'primadona' untuk penyembuhan berbagai jenis kanker, termasuk kanker kulit, nama herbal ini adalah Sarang Semut yang berasal dari belantara hutan Papua.

Sarang Semut telah terbukti secara empiris menyingkirkan berbagai penyakit berat termasuk kanker dan tumor. Mari kita menyingkap misteri di balik kesuksesannya. Berbagai penelitian telah dilakukan untuk mengetahui kandungannya yang berperan penting dalam menumpas kanker dan tumor. Hasilnya?

Dr M. Ahkam Subroto, Ahli Peneliti Utama dari Pusat Bioteknologi LIPI, mengungkapkan bahwa senyawa aktif yang terkandung dalam Sarang Semut  adalah flavonoid, tanin, dan polifenol yang berfungsi sebagai antioksidan dalam tubuh sehingga sangat tepat jika digunakan sebagai obat kanker.

Sarang Semut mengandung senyawa aktif antioksidan (tokoferol dan fenolik). Menurut Prof Dr Elin Yulinah Sukandar, Guru Besar Farmasi ITB, kandungan tokoferol itu cukup tinggi. Tokoferol berfungsi sebagai antioksidan dan antikanker. Ia menangkal serangan radikal bebas dengan cara antidegeneratif. Senyawa kaya vitamin E itu juga berfaedah sebagai antipenuaan.

Bila kita mengonsumsi banyak lemak dan radikal bebas, tokoferol akan mengatasinya", ujar Ahmad Sulaeman, Doktor  Ahli Nutrisi Alumnus University of Nebraska Lincoln. Peran vitamin E bagi kesehatan amat vital. Ia mencegah asam lemak tak jenuh, komponen sel membran dari oksidasi oleh radikal bebas.

Penelitian menunjukkan bahwa alfa-tokoferol pada konsentrasi 12 ppm saja telah mampu meredam radikal bebas hingga 96%. Sedangkan Sarang Semut kaya akan antioksidan tokoferol, sampai sekitar 313 ppm. Maka tidak heran herbal ini dikenal memiliki reaksi yang cepat dalam membantu menumpas kanker, tumor, dan berbagai bentuk benjolan yang bisa menjadi tumor atau kanker.

Dalam uji in vitro, terbukti bahwa Sarang Semut ampuh sebagai obat kanker. Yang membuktikan keampuhan itu adalah Qui Kim Tran dari University National of Hochiminch City bersama dengan koleganya Yasuhiro Tezuka, Yuko Harimaya, dan Arjun Hari Banskota yang bekerja di Toyama Medical and Pharmaceutical University.

Dalam penelitiannya itu, Qui Kim Tran menggunakan Sarang Semut yang berbobot 2-3 kg, kemudian diekstrak dengan berbagai pelarut seperti air, methanol, dan campuran methanol-air. Mereka lalu menumbuhkan 3 sel kanker yang amat metastasis alias mudah menyebar ke bagian tubuh lain seperti kanker serviks, kanker paru, dan kanker usus.

Masing-masing hasil ekstraksi itu lalu diberikan kepada setiap sel kanker. Hasilnya sungguh menakjubkan, Sarang Semut ternyata mempunyai aktivitas antiproliferasi yang kuat!! Yaitu menghambat penyebaran sel-sel kanker, yang bahkan penyebarannya cepat dan abnormal. Khasiatnya yang menakjubkan tersebut, menjadikan Sarang Semut sebagai salah satu alternatif pengobatan kanker yang banyak diminati, termasuk untuk pengobatan kanker kulit.

Sarang Semut juga mengandung flavonoid yang berguna sebagai antioksidan sehingga baik untuk mencegah dan membantu mengobati kanker, melindungi struktur sel, meningkatkan efektivitas vitamin C, antiinflamasi dan sebagai antibiotik. Ada beberapa mekanisme kerja dari flavonoid dalam melawan tumor/kanker, misalnya inaktivasi karsinogen, antiproliferasi (menghambat proses perbanyakan sel abnormal pada kanker), penghambatan siklus sel, induksi apoptosis dan diferensiasi, inhibisi angiogenesis, dan pembalikan resistensi multi-obat atau kombinasi dari mekanisme-mekanisme tersebut.

Tidak diragukan lagi. Sarang Semut terbukti secara ilmiah sebagai obat kanker alami yang benar-benar ampuh. Banyak orang telah diyakinkan akan khasiatnya yang mengagumkan. Sebagai salah satu alternatif pengobatan kanker kulit, Sarang Semut telah membantu banyak orang mendapatkan kesembuhan dengan cara yang murah dan aman.

Dengan Sarang Semut kesembuhan dari kanker kulit dapat diperoleh tanpa harus mengeluarkan banyak biaya dan waktu. Karena menurut para pengguna, setelah 1-2 bulan mereka mengonsumsi herbal ini, tubuh sudah dapat merasakan perubahan yang berarti, kanker berhenti menyebar dan mulai mengecil skalanya.

Hal ini terlihat dari pernyataan Hendro Saputro yang telah memperkenalkan Sarang Semut sebagai tanaman obat sejak tahun 2001. Ia mengungkapkan bahwa mereka yang mengonsumsi herbal ini banyak yang mendapatkan kesembuhan yang benar-benar tuntas, seperti pada kanker otak, kanker rahim, dan kanker prostat. Dalam Majalah Natural, Ia berkomentar seperti berikut, "Rata-rata yang meminum rebusan Sarang Semut dan mendapatkan hasil setelah seminggu bahkan ada yang 3 hari sudah terlihat hasilnya".

Contoh nyata dari komentar tersebut telah dirasakan para pelanggan Mecodia kapsul (Produk ekstrak Sarang Semut) yang terkena kanker, rata-rata melaporkan sudah mulai merasakan khasiat hanya setelah menggunakan selama 1-2 bulan saja!

Bahkan banyak pelanggan yang sudah menjalani pengobatan medis dengan obat-obat kimia, juga memadukannya dengan Mecodia, dan merasakan proses kesembuhan yang lebih cepat dari pada sebelumnya. Hal ini cocok dengan komentar Dr Dewata yang dimuat di Majalah Trubus, "Pasien yang memadukan antioksidan dan obat kimia dokter lebih cepat sembuh daripada hanya menggunakan obat kimia."

Hasil yang sama juga dirasakan penderita kanker yang sudah menggunakan herbal anti kanker lainnya seperti Noni Juice dan Keladitikus, kemudian mengombinasikannya dengan Sarang Semut. Rata-rata menyatakan bahwa proses kesembuhan yang dirasakan berangsur-angsur lebih cepat terasa!

Berbagai penelitian dan hasil positif dari penggunaan Sarang Semut sebagai obat kanker alami, tentu saja membuat herbal Sarang Semut ini dapat dijadikan sebagai salah satu pilihan terbaik sebagai alternatif pengobatan kanker kulit, bukan hanya karena faktor ekonomis, tapi dalam beberapa kasus kesembuhan juga dapat diperoleh tanpa harus melalui proses pengobatan yang seringkali dirasa melelahkan dan menyakitkan, pembedahan, kemoterapi, dan tanpa harus mengalami berbagai efek samping negatif lainnya akibat pengobatan medis.

untuk lebih lengkap klik di sini.

Sunday, 20 May 2012

Bakteri Ebola
Virus Ebola
Virus Ebola adalah sejenis virus dari genus Ebolavirus, familia Filoviridae . Virus ini pertama ditemukan pada tubuh seekor monyet di Afrika, yang kemudian diketahui dapat menular ke manusia.

Ebola merupakan satu penyakit demam berdarah yang berpunca daripada jangkitan virus. Virus ini baru sahaja dikenalpasti dan dianggap sebagai suatu penyakit yang amat berbahaya. Ebola mudah berjangkit dan boleh membawa maut. Dalam 50% - 90% kes jangkitan, penyakit ini mengakibatkan kematian, bergantung kepada jenis virus Ebola punca penyakit.
Virus Ebola menyebabkan pesakit menjadi lemah, kekurangan air, lesu dan keliru. Tanda-tanda Ebola yang paling jelas merupakan pendarahan di seluruh tubuh dan di dalam badan. Kematian biasanya berlaku dalam masa 7 sehingga 16 hari disebabkan oleh kejutan dan kehilangan darah yang serius.

Gejala-gejala penyakit Ebola antara lain muntah, diare, sakit badan dan demam yang disertai pendarahan.
Dimana terdapat pori-pori di tubuh, maka dari situlah akan terjadi pendarahan. Tidak terkecuali pada pori-pori kulit. Bisa dibayangkan, kalau darah mengalir keluar terus. Tentu saja si pemilik tubuh akan kehabisan darah dan meninggal.
Penyakit Ebola dapat ditularkan lewat kontak langsung dengan cairan tubuh atau kulit. Masa inkubasinya dari 2 sampai 21 hari, umumnya antara 5 sampai 10 hari.
Saat ini telah dikembangkan vaksin untuk Ebola yang 100% efektif pada monyet, namun vaksin untuk manusia belum ditemukan.


sumber : http://axiaga.wordpress.com
Virus hepatitis A
Virus hepatitis A terutama menyebar melalui tinja. Penyebaran ini terjadi akibat buruknya tingkat kebersihan. Di negara-negara berkembang sering terjadi wabah yang penyebarannya terjadi melalui air dan makanan.

Virus hepatitis B
Penularannya tidak semudah virus hepatitis A. Virus hepatitis B ditularkan melalui darah atau produk darah. Penularan biasanya terjadi diantara para pemakai obat yang menggunakan jarum suntik bersama-sama, atau diantara mitra seksual (baik heteroseksual maupun pria homoseksual).
Ibu hamil yang terinfeksi oleh hepatitis B bisa menularkan virus kepada bayi selama proses persalinan. Hepatitis B bisa ditularkan oleh orang sehat yang membawa virus hepatitis B. Di daerah Timur Jauh dan Afrika, beberapa kasus hepatitis B berkembang menjadi hepatitis menahun, sirosis dan kanker hati.

Virus hepatitis C
Menyebabkan minimal 80% kasus hepatitis akibat transfusi darah. Virus hepatitis C ini paling sering ditularkan melalui pemakai obat yang menggunakan jarum bersama-sama. Jarang terjadi penularan melalui hubungan seksual. Untuk alasan yang masih belum jelas, penderita “penyakit hati alkoholik” seringkali menderita hepatitis C.

Virus hepatitis D
Hanya terjadi sebagai rekan-infeksi dari virus hepatitis B dan virus hepatitis D ini menyebabkan infeksi hepatitis B menjadi lebih berat. Yang memiliki resiko tinggi terhadap virus ini adalah pecandu obat.

Virus hepatitis E
Virus hepatitis E kadang menyebabkan wabah yang menyerupai hepatitis A, yang hanya terjadi di negara-negara terbelakang.

Virus hepatitis G
Jenis baru dari virus hepatitis yang telah terdeteksi baru-baru ini.

Gejala Hepatitis

Gejala hepatitis untuk tiap jenis hepatitis cenderung berbeda. Jenis hepatitis yang banyak dikenal di masyarakat adalah hepatitis tipe A, B, dan C, namun pada kenyataannya ada juga jenis tipe lain. Namun jenis  yang lainnya tidak begitu menjadi perhatian karena tingkat penyebarannya yang jarang sehingga jarang diperbincangkan gejala gejala yang menyertai hepatitis. Berikut secara sederhana penggambaran gejala hepatitis:

Gejala Hepatitis A

Gejala Hepatitis tipe ini pada umumnya ringan, terutama pada anak-anak dan muncul kisaran 2 – 6 minggu setelah terpapar virus. Pada pasien dewasa lebih mungkin untuk mengalami demam, sakit kuning (jaundice), mual (malaise), kelelahan, dan gatal-gatal yang dapat bertahan sampai beberapa bulan. Kotoran (tinja) mungkin tampak abu-abu pucat dan urin akan muncul gelap.

Gejala Hepatitis B

Banyak orang dengan hepatitis B akut memiliki gejala sedikit atau tidak ada sama sekali. Jika gejala hepatitis tipe B muncul, mereka cenderung terjadi 6 minggu sampai 6 bulan (paling sering 3 bulan) setelah paparan dan akan terlihat seperti sakit ringan semisal flu, demam ringan, mual, muntah, kehilangan nafsu makan, kelelahan, atau otot atau nyeri sendi. Beberapa pasien memiliki tanda khas yaitu urin gelap dan penyakit kuning (jaundice), ini adalah patokan yang biasanya gejala hepatitis yang akan dicari oleh dokter jika mencurigai hepatitis B.
Untuk Hepatitis B kronis memiliki gejala yang mirip dengan bentuk akut, banyak orang dapat memiliki bentuk kronis selama puluhan tahun dan tidak menunjukkan gejala. Kerusakan hati akhirnya dapat dideteksi ketika tes darah untuk fungsi hati dilakukan

Gejala Hepatitis C

Kebanyakan pasien sama seperti tipe lain tidak mengalami gejala hepatitis. Hepatitis C kronis dapat terinfeksi selama 10 – 30 tahun, dan sirosis atau gagal hati kadang-kadang dapat berkembang sebelum pasien mengalami gejala yang jelas. Tanda-tanda kerusakan hati pertama mungkin terdeteksi ketika tes darah untuk fungsi hati dilakukan.
Jika gejala awal yang terjadi, mereka cenderung sangat ringan dan menyerupai flu dengan kelelahan, mual, kehilangan nafsu makan, demam, sakit kepala, dan sakit perut. Orang yang memiliki gejala-gejala biasanya cenderung mengalami mereka sekitar 6 – 7 minggu setelah terpapar virus. Beberapa orang mungkin tidak mengalami gejala hepatitis selama sampai 6 bulan setelah terkena. Orang yang memiliki hepatitis C masih bisa menularkan virus tersebut kepada orang lain.


sumber : www.kesehatan123.com
Macam-macam Penyakit Kanker. Kanker merupakan salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengestimasi, 84 juta orang meninggal akibat kanker dalam rentang waktu 2005 dan 2015. Penyakit Kanker bisa diderita oleh siapa saja tanpa memandang usia, jenis kelamin dan status sosial.
Di Hari Kanker sedunia yang jatuh setiap tanggal 4 Februari, WHO mencatat bahwa hampir 80 persen kematian akibat kanker datang dari negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Bahkan, seperempat di antaranya terjadi sebelum usia 60 tahun.
Sebagian besar kasus kanker umumnya muncul karena kebiasaan dan pola hidup yang tidak sehat. Tetapi dengan memodifikasi gaya hidup, sebesar 30 persen risiko kanker bisa dicegah. Menyambut hari kanker sedunia, WHO mengumumkan 5 (lima) jenis kanker yang menempati peringkat teratas dengan jumlah kematian tertinggi:
  1. Kanker Payudara (460.000 kematian)
    Kanker payudara adalah tumor ganas yang tumbuh di dalam jaringan payudara. Kanker bisa mulai tumbuh di dalam kelenjar susu, saluran susu, jaringan lemak maupun jaringan ikat pada payudara. Di Indonesia, kanker payudara masih menjadi penyakit mematikan nomor satu pada perempuan.
  2. Kanker Kolorektal (610.000 kematian)
    Kanker kolorektal bisa mulai tumbuh dari usus besar (kolon) atau rektum (ujung usus besar). Awalnya, hampir semua kanker kolorektal jinak (polip), namun lama kelamaan berkembang menjadi kanker. Kanker ini merupakan jenis kanker terbesar ketiga dunia dari segi jumlah penderitanya. Kanker kolorektal juga merupakan penyebab kematian nomor dua dua dunia, di mana faktor usia turut mempengaruhi.
  3. Kanker Hati (700.000 kematian)
    Dalam kebanyakan kasus, penyebab kanker hati disebabkan karena sirosis, yang merupakan hasil akhir dari kerusakan hati kronis yang disebabkan oleh penyakit hati kronis. Penyalahgunaan alkohol adalah penyebab paling umum dari sirosis hati.
  4. Kanker Perut (740.000 kematian)
    Beberapa jenis kanker diketahui dapat mempengaruhi lambung. Adenokarsinoma adalah tipe paling umum untuk kanker perut. Perkembangan kanker ini umumnya ditemukan pada lapisan lambung. Seiring berjalannya waktu, keberadaan kanker ini mulai meredup. Para ahli berpikir, penurunan ini mungkin dipicu karena perubahan gaya hidup seperti mengurangi asupan garam dan merokok.
  5. Kanker Paru-paru (1,4 juta kematian)
    Ini adalah jenis kanker paling mematikan baik bagi pria mau pun wanita. Setiap tahun, lebih banyak orang yang meninggal karena kanker paru-paru ketimbang kanker payudara, usus besar, dan kanker prostat (sekalipun ketiganya digabungkan). Merokok adalah penyebab utama kanker paru-paru. Semakin banyak rokok yang Anda hisap setiap hari dan semakin awal Anda mulai merokok, semakin besar risiko terkena kanker paru-paru. Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa merokok dengan rendah kandungan tar dapat menurunkan risiko kanker paru.
Sumber: KompasHealt

Friday, 18 May 2012

Bahaya Makanan Pedas Untuk Kesehatan memang jarang diketahui orang pada umumnya, karena makanan pedas banyak yang suka maka dari itu van akan berbagi ilmu Bahaya Makanan Pedas Untuk Kesehatan agar kita semua dapat hidup sehat. Untuk anda yang suka menkonsumsi makanan-makanan pedas sebaiknya anda lebih berhati-hati mulai saat ini, sebab jika anda terlalu banyak menkonsumsi makanan pedas terlalu sering dan dalam jumlah yang cukup besar ternyata anda bs saja terkena beberapa resiko pernyakit dan gangguan pada lambung bahkan hingga susah tidur , untuk lebih jelasnya berikut adalah 5 bahaya akibat terlalu sering mengkonsumsi makanan pedas.
Bahaya Makanan Pedas Untuk Kesehatan dibawah ini mungkin dapat menjadi acuan anda dalam mengurangi makanan pedas dan mengubah pola makan anda, baiklah langsung saja kita simak Bahaya Makanan Pedas Untuk Kesehatan :


1. Refluks Asam
Refluks asam adalah pengaliran kembali isi lambung ke dalam kerongkongan. Penyakit ini dapat menyebabkan nyeri, peradangan, serta kerusakan kerongkongan. Makanan pedas pada dasarnya merupakan kombinasi asam. Ketika terlalu banyak asam masuk kedalam perut, maka akan berpotensi merusak dinding lambung.


2. Gastritis (Maag) Akut
Gastritis disebabkan peradangan dari mukosa lambung, membran yang melapisi perut. Serangan ringan gastritis terkadang dirasakan sesekali. Namun kebanyakan
orang berpikir itu hanyalah gangguan pencernaan sederhana. Gastritis akut biasanya ditandai dengan gejala seperti muntah, mual, demam, diare, serta sakit kepala.


3. Ulkus Gaster (Tukak Lambung)
Makanan pedas dapat menyebabkan luka pada lapisan mukosa yang sensitif atau pada usus kecil, yang biasa disebut duodenum (ulkus duodenum), atau juga di esofagus (ulkus kerongkongan). Tukak lambung yang menyakitkan biasanya menyebabkan rasa terbakar di perut, mual, muntah, dan penurunan berat badan.


4. Insomnia
Konsumsi makanan pedas meningkatkan temperatur tubuh yang menyebabkan insomnia. Sebaiknya hindari memakan makanan pedas saat makan malam.


5. Kehilangan Nafsu Makan
Makanan pedas aman dikonsumsi jika masih dalam batas yang wajar. Kebanyakan orang biasanya memakan makanan pedas 3 hingga 4 kali seminggu.

sumber: http://kreasianakbanjarmasin.blogspot.com/

Thursday, 17 May 2012

Air susu ibu (ASI) merupakan makanan bayi paling baik hingga bayi berusia 6 bulan. Kandungan kompleks pada ASI yang relatif mudah dicerna dan sangat dibutuhkan bayi, tak tergantikan oleh susu formula mana pun.
“Ingat, kualitas ASI juga bisa menurun bila status gizi ibu memburuk. Jika ini terus berlanjut, bisa-bisa kebutuhan gizi anak tak dapat terpenuhi secara maksimal,” papar Dr I Gusti Ayu Nyoman Partiwi, SpA, MARS, Ketua Satgas ASI PP IDAI (Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia). Berikut ini beberapa tips mudah yang bisa Anda coba agar produksi ASI anda menjadi banyak:

1. Hindari Penggunaan Dot atau Empeng. Seringkali para ibu memberikan ASI poma atau susu formula dengan menggunakan dot atau memakaikan empeng kepada si kecil agar tidak rewel. Tanpa disadari hal ini justru membuat anak Anda jadi malas menyusu langsung dari payudara. Hal ini dikarenakan si kecil sudah terbiasa minum susu dari dot yang hanya menggunakan sedikit usaha : sedikit tekan, susu langsung keluar. Sedangkan pada payudara, ASI baru bisa keluar jika menyusui si kecil di seluruh areola yaitu bagian gelap di sekitar puting payudara. Sehingga bayi yang terbiasa dengan dot kesulitan ketika hanya menyedot dari puting yang mirip dengan dot. Maka akibatnya si kecil malas untuk menyusui dari payudara Anda lagi.

2. Sebisa Mungkin Hindari Susu Formula. Banyak ibu yang memberikan susu formula pada bayi karena menganggap ASI yang dimiliki tidak mencukupi kebutuhan susu si kecil. Padahal dengan memberikan susu formula, justru ASI Anda juga semakin sedikit. Kandungan susu formula sudah semakin bagus sehingga bayi Anda telah kekenyangan ketika Anda ingin memeberikan ASI. Anda menjadi jarang memberikan ASI atau jumlah ASI yang diberikan menjadi semakin sedikit. Makin jarang Anda menyusui, makin sedikit ASI yang diproduksi tubuh. Maka tidak heran kalau tiba-tiba ASI Anda kering.

3. Makin Banyak ASI Dikeluarkan Maka Makin Banyak ASI diproduksi. Kadang ASI Anda banyak tapi si bayi sudah kenyang atau tertidur. Dalam hal ini, coba untuk memompa ASI Anda sampai habis karena maskin sering dikeluarkan maka makin banyak ASI yang diproduksi oleh tubuh Anda.

4. Perbanyak Konsumsi Makanan Bergizi. Apa yang Anda makan juga terkandung dalam ASI yang Anda berikan. Jadi makanlah makanan yang bergizi sehingga ASI Anda semakin berkualitas. Jika Anda takut gemuk, Anda jangan khawatir. Seiring pertumbuhan si kecil, tubuh Anda pun menyesuaikan sendiri dengan banyaknya kegiatan yang Anda lakukan.

5. Pemijatan Payudara. Lakukan pemijatan payudara (massage) di sekitas payudara, kemudian kompres payudara dengan air hangat dan air dingin secara bergantian. Ini berguna untuk merangsang otot dan hormon di sekitar payudara sehingga ASI yang keluar dari payudara Anda semakin banyak.

6. Selalu Rileks. Suatu penelitian menyebutka, lebih dari 80% penyebab ibu tidak berhasil memberika ASI eksklusif dikarenakan si ibu banyak pikiran. Santaikan pikiran Anda dan buang jauh-jauh pikiran yang membuat stres. Jika banyak pikiran, sensor pada otak Anda secara tidak langsung akan memerintahkan hormon yang menghasilkan ASI untuk bekerja lebih lambat.

7. Peran Suami Sangat Diperlukan. Poin ini berhubungan dengan relaksasi. Suami sangat berperan untuk menyemangati istri. Hal kecil ini terkadang sangat berpengaruh. Misalnya ketika bayi menangis, suami menggendong terlebih dahulu ketika Anda sedang bersiap-siap menyusui. Perhatian seperti ini membuat Anda tidak merasa sendirian membesarkan si buah hati.

8. Konsumsi Buah dan Sayuran. Banyak mengonsumsi buah-buahan dan sayuran segar bisa meningkatkan jumlah ASI. Utamakan kacang hijau. Cobalah banyak mengonsumsi kacang hijau sehari 3 gelas. Hal ini mampu memicu produksi ASI. Para orang tua jaman dulu, seringkali merebus kacang hijau hingga lunak, kemudian menambahkan sedikit jahe serta gula merah, sebagai minuman sehari-hari bagi ibu yang tengah menyusui.

9. Konsultasika Pada Dokter. Jika segala cara telah dicoba namun tetap saja ASI yang Anda keluarkan tidak banyak, cobalah berkonsultasi pada dokter. Ajaklah pula suami Anda karena ia juga bisa mengerti apa yang Anda butuhkan.

sumber: tipsanda.com

Monday, 14 May 2012

Kanker serviks atau kanker leher rahim (sering juga disebut kanker mulut rahim) merupakan salah satu penyakit kanker yang paling banyak terjadi bagi kaum wanita. Setiap satu jam, satu wanita meninggal di Indonesia karena kanker serviks atau kanker leher rahim ini. Fakta menunjukkan bahwa jutaan wanita di dunia terinfeksi HPV, yang dianggap penyakit lewat hubungan seks yang paling umum di dunia.
Di Indonesia, setiap satu jam, satu wanita meninggal karena kanker serviks
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), infeksi ini merupakan faktor risiko utama kanker leher rahim. Setiap tahun, ratusan ribu kasus HPV terdiagnosis di dunia dan ribuan wanita meninggal karena kanker serviks, yang disebabkan oleh infeksi itu. Mengingat fakta yang mengerikan ini, maka berbagai tindakan pencegahan dan pengobatan telah dibuat untuk mengatasi kanker serviks atau kanker leher rahim. Kanker serviks atau kanker leher rahim terjadi di bagian organ reproduksi seorang wanita. Leher rahim adalah bagian yang sempit di sebelah bawah antara vagina dan rahim seorang wanita. Di bagian inilah tempat terjadi dan tumbuhnya kanker serviks.

Penyebab dan Gejala Kanker Serviks

Kanker serviks menyerang daerah leher rahim atau serviks yang disebabkan infeksi virus HPV (human papillomavirus) yang tidak sembuh dalam waktu lama. Jika kekebalan tubuh berkurang, maka infeksi HPV akan mengganas dan bisa menyebabkan terjadinya kanker serviks. Gejalanya tidak terlalu kelihatan pada stadium dini, itulah sebabnya kanker serviks yang dimulai dari infeksi HPV dianggap sebagai "The Silent Killer".
Beberapa gejala bisa diamati meski tidak selalu menjadi petunjuk infeksi HPV. Keputihan atau mengeluarkan sedikit darah setelah melakukan hubungan intim adalah sedikit tanda gejala dari kanker ini. Selain itu, adanya cairan kekuningan yang berbau di area genital juga bisa menjadi petunjuk infeksi HPV. Virus ini dapat menular dari seorang penderita kepada orang lain dan menginfeksi orang tersebut. Penularannya dapat melalui kontak langsung dan karena hubungan seks.
Ketika terdapat virus ini pada tangan seseorang, lalu menyentuh daerah genital, virus ini akan berpindah dan dapat menginfeksi daerah serviks atau leher rahim Anda. Cara penularan lain adalah di closet pada WC umum yang sudah terkontaminasi virus ini. Seorang penderita kanker ini mungkin menggunakan closet, virus HPV yang terdapat pada penderita berpindah ke closet. Bila Anda menggunakannya tanpa membersihkannya, bisa saja virus kemudian berpindah ke daerah genital Anda.
Buruknya gaya hidup seseorang dapat menjadi penunjang meningkatnya jumlah penderita kanker ini. Kebiasaan merokok, kurang mengkonsumsi vitamin C, vitamin E dan asam folat dapat menjadi penyebabnya. Jika mengkonsumsi makanan bergizi akan membuat daya tahan tubuh meningkat dan dapat mengusir virus HPV.
Risiko menderita kanker serviks adalah wanita yang aktif berhubungan seks sejak usia sangat dini, yang sering berganti pasangan seks, atau yang berhubungan seks dengan pria yang suka berganti pasangan. Faktor penyebab lainnya adalah menggunakan pil KB dalam jangka waktu lama atau berasal dari keluarga yang memiliki riwayat penyakit kanker.
Sering kali, pria yang tidak menunjukkan gejala terinfeksi HPV itulah yang menularkannya kepada pasangannya. Seorang pria yang melakukan hubungan seks dengan seorang wanita yang menderita kanker serviks, akan menjadi media pembawa virus ini. Selanjutnya, saat pria ini melakukan hubungan seks dengan istrinya, virus tadi dapat berpindah kepada istrinya dan menginfeksinya.

Mengobati Kanker Serviks

Jika terinfeksi HPV, jangan cemas, karena saat ini tersedia berbagai cara pengobatan yang dapat mengendalikan infeksi HPV. Beberapa pengobatan bertujuan mematikan sel-sel yang mengandung virus HPV. Cara lainnya adalah dengan menyingkirkan bagian yang rusak atau terinfeksi dengan pembedahan listrik, pembedahan laser, atau cryosurgery (membuang jaringan abnormal dengan pembekuan).
Jika kanker serviks sudah sampai ke stadium lanjut, maka akan dilakukan terapi kemoterapi. Pada beberapa kasus yang parah mungkin juga dilakukan histerektomi yaitu operasi pengangkatan rahim atau kandungan secara total. Tujuannya untuk membuang sel-sel kanker serviks yang sudah berkembang pada tubuh.
Namun, mencegah lebih baik daripada mengobati. Karena itu, bagaimana cara mencegah terinfeksi HPV dan kanker serviks? Berikut ini beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah kanker serviks.

Mencegah Kanker Serviks

Meski kanker serviks menakutkan, namun kita semua bisa mencegahnya. Anda dapat melakukan banyak tindakan pencegahan sebelum terinfeksi HPV dan akhirnya menderita kanker serviks. Beberapa cara praktis yang dapat Anda lakukan dalam kehidupan sehari-hari antara lain:
  • Miliki pola makan sehat, yang kaya dengan sayuran, buah dan sereal untuk merangsang sistem kekebalan tubuh. Misalnya mengkonsumsi berbagai karotena, vitamin A, C, dan E, dan asam folat dapat mengurangi risiko terkena kanker leher rahim.
  • Hindari merokok. Banyak bukti menunjukkan penggunaan tembakau dapat meningkatkan risiko terkena kanker serviks.
  • Hindari seks sebelum menikah atau di usia sangat muda atau belasan tahun.
  • Hindari berhubungan seks selama masa haid terbukti efektif untuk mencegah dan menghambat terbentuknya dan berkembangnya kanker serviks.
  • Hindari berhubungan seks dengan banyak partner.
  • Secara rutin menjalani tes Pap smear secara teratur. Saat ini tes Pap smear bahkan sudah bisa dilakukan di tingkat Puskesmas dengan harga terjangkau.
  • Alternatif tes Pap smear yaitu tes IVA dengan biaya yang lebih murah dari Pap smear. Tujuannya untuk deteksi dini terhadap infeksi HPV.
  • Pemberian vaksin atau vaksinasi HPV untuk mencegah terinfeksi HPV.
  • Melakukan pembersihan organ intim atau dikenal dengan istilah vagina toilet. Ini dapat dilakukan sendiri atau dapat juga dengan bantuan dokter ahli. Tujuannya untuk membersihkan organ intim wanita dari kotoran dan penyakit.
sumber : http://kumpulan.info/sehat/artikel-kesehatan/
Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (disingkat AIDS) adalah sekumpulan gejala dan infeksi (atau: sindrom) yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV; atau infeksi virus-virus lain yang mirip yang menyerang spesies lainnya (SIV, FIV, dan lain-lain).
Virusnya sendiri bernama Human Immunodeficiency Virus (atau disingkat HIV) yaitu virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia. Orang yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena tumor. Meskipun penanganan yang telah ada dapat memperlambat laju perkembangan virus, namun penyakit ini belum benar-benar bisa disembuhkan.
HIV dan virus-virus sejenisnya umumnya ditularkan melalui kontak langsung antara lapisan kulit dalam (membran mukosa) atau aliran darah, dengan cairan tubuh yang mengandung HIV, seperti darah, air mani, cairan vagina, cairan preseminal, dan air susu ibu. Penularan dapat terjadi melalui hubungan intim (vaginal, anal, ataupun oral), transfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi, antara ibu dan bayi selama kehamilan, bersalin, atau menyusui, serta bentuk kontak lainnya dengan cairan-cairan tubuh tersebu

Sunday, 13 May 2012

Penyakit Cacar atau yang disebut sebagai 'Herpes' oleh kalangan medis adalah penyakit radang kulit yang ditandai dengan pembentukan gelembung-gelembung berisi air secara berkelompok. Penyakit Cacar atau Herpes ini ada 2 macam golongan, Herpes Genetalis dan Herpes Zoster.

Herpes Genetalis adalah infeksi atau peradangan (gelembung lecet) pada kulit terutama dibagian kelamin (vagina, penis, termasuk dipintu dubur/anus serta pantat dan pangkal paha/selangkangan) yang disebabkan virus herpes simplex (VHS), Sedangkan Herpes Zoster atau dengan nama lain 'shingles' adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh virus varicella-zoster yang menimbulkan gelembung cairan hampir pada bagian seluruh tubuh.

Herpes zoster juga dikatakan penyakit infeksi pada kulit yang merupakan lanjutan dari pada chickenpox (cacar air) karena virus yang menyerang adalah sama, Hanya terdapat perbedaan dengan cacar air. Herpes zoster memiliki ciri cacar gelembung yang lebih besar dan berkelompok pada bagian tertentu di badan, bisa di bagian punggung, dahi atau dada.
Cara Penularan Penyakit Cacar (Herpes)
Secara umum, seluruh jenis penyakit herpes dapat menular melalui kontak langsung. Namun pada herpes zoster, seperti yang terjadi pada penyakit cacar (chickenpox), proses penularan bisa melalui bersin, batuk, pakaian yang tercemar dan sentuhan ke atas gelembung/lepuh yang pecah. Pada penyakit Herpes Genitalis (genetalia), penularan terjadi melalui prilaku sex. Sehingga penyakit Herpes genetalis ini kadang diderita dibagian mulut akibat oral sex. Gejalanya akan timbul dalam masa 7-21 hari setelah seseorang mengalami kontak (terserang) virus varicella-zoster. 

Seseorang yang pernah mengalami cacar air dan kemudian sembuh, sebenarnya virus tidak 100% hilang dari dalam tubuhnya, melainkan bersembunyi di dalam sel ganglion dorsalis sistem saraf sensoris penderita. Ketika daya tahan tubuh (Immun) melemah, virus akan kembali menyerang dalam bentuk Herpes zoster dimana gejala yang ditimbulkan sama dengan penyakit cacar air (chickenpox). Bagi seseorang yang belum pernah mengalami cacar air, apabila terserang virus varicella-zoster maka tidak langsung mengalami penyakit herpes zoster akan tetapi mengalami cacar air terlebih dahulu.

Tanda dan Gejala Penyakit Cacar (Herpes)
Tanda dan gejala yang timbul akibat serangan virus herpes secara umum adalah demam, menggigil, sesak napas, nyeri dipersendian atau pegal di satu bagian rubuh, munculnya bintik kemerahan pada kulit yang akhirnya membentuk sebuah gelembung cair. Keluhan lain yang kadang dirasakan penderita adalah sakit perut.

Penanganan dan Pengobatan Penyakit Cacar (Herpes)
Pada penderita penyakit cacar hal yang terpenting adalah menjaga gelembung cairan tidak pecah agar tidak meninggalkan bekas dan menjadi jalan masuk bagi kuman lain (infeksi sekunder), antara lain dengan pemberian bedak talek yang membantu melicinkan kulit. Penderita apabila tidak tahan dengan kondisi hawa dingin dianjurkan untuk tidak mandi, karena bisa menimbulkan shock.

Obat-obatan yang diberikan pada penderita penyakit cacar ditujukan untuk mengurangi keluhan gejala yang ada seperti nyeri dan demam, misalnya diberikan paracetamol. Pemberian Acyclovir tablet(Desciclovir, famciclovir, valacyclovir, dan penciclovir) sebagai antiviral bertujuan untuk mengurangi demam, nyeri, komplikasi serta melindungi seseorang dari ketidakmampuan daya tahan tubuh melawan virus herpes. Sebaiknya pemberian obat Acyclovir saat timbulnya rasa nyeri atau rasa panas membakar pada kulit, tidak perlu menunggu munculnya gelembung cairan (blisters).

Pada kondisi serius dimana daya tahan tubuh sesorang sangat lemah, penderita penyakit cacar (herpes) sebaiknya mendapatkan pengobatan terapy infus (IV) Acyclovir. Sebagai upaya pencegahan sebaiknya seseorang mendapatkan imunisasi vaksin varisela zoster. Pada anak sehat usia 1 - 12 tahun diberikan satu kali. Imunasasi dapat diberikan satu kali lagi pada masa pubertas untuk memantapkan kekebalan menjadi 60% - 80%. Setelah itu, untuk menyempurnakannya, berikan imunisasi sekali lagi saat dewasa. Kekebalan yang didapat ini bisa bertahan sampai 10 tahun.


sumber :http://www.infopenyakit.com

Categories

Agama (54) Aplikasi (3) Budaya Banjar (7) Dapur Kita (5) Hiburan (2) Jejaring Sosial (2) Kesehatan (28) Korea Lovers (6) Musik (1) Pendidikan (91) Percintaan (10) Unik (1) Video (1) Wisata (1) Zodiak (3)

Popular Posts

SAHABAT BLOGGER

Ordered List