Home » » Faktor-Faktor Abiotik dan Biotik

Faktor-Faktor Abiotik dan Biotik



A.   FAKTOR-FAKTOR ABIOTIK
1. Tanah
Makhluk hidup tidak dapat terlepas dari tanah. Tanah yang berbeda akan memiliki sifat, tekstur, dan kandungan garam mineral yang berbeda pula. Tanah yang subur merupakan media yang terbaik bagi tumbuhan.
Seperti yang kita ketahui tempat dimana manusia tinggal dan berpijak adalah tanah. Manusia dapat beraktivitas, membangun rumah, gedung, bahkan bercocok tanam. Tanah juga ditempati oleh komponen biotik seperti tumbuhan dan hewan yang melakukan aktivitasnya setiap hari.
2. Suhu Atau Temperatur
Pada umumnya makhluk hidup rata-rata dapat bertahan hidup pada kisaran suhu 0 derajat sampai 40 derajat C. Hanya makhluk hidup tertentu saja yang dapat hidup di bawah atau di atas daripada itu. Hewan berdarah panas mampu hidup pada suhu di bawah titik beku karena memiliki bulu dan memiliki suhu tubuh yang konstan (tetap). Suhu merupakan syarat yang diperlukan organisme untuk hidup. Temperatur lingkungan adalah ukuran dari intensitas panas dalam unit standar dan biasanya diekspresikan dalam skala derajat celsius. Secara umum, temperatur udara adalah faktor bioklimat tunggal yang penting dalam lingkungan fisik ternak. Supaya ternak dapat hidup nyaman dan proses fisiologi dapat berfungsi normal, dibutuhkan temperatur lingkungan yang sesuai. Banyak species ternak membutuhkan temperatur nyaman 13-18 derajat C atau Temperature Humidity Index (THI) < 72. Keadaan pergerakan molekul ditentukan oleh temperatur atau suhu. Makin tinggi suhu, maka akan mempercepat proses kehilangan air dari tanaman dan sebaliknya.
3. Sinar/Cahaya Matahari
Sinar matahari memengaruhi sistem secara global, karena sinar matahari menentukan suhu. Sinar matahari juga merupakan unsur vital yang dibutuhkan oleh tumbuhan sebagai produsen untuk berfotosintesis.
Radiasi matahari dalam suatu lingkungan berasal dari dua sumber utama:
a. Temperatur matahari yang tinggi.
b. Radiasi termal dari tanah, pohon, awan dan atmosfir.
Petunjuk variasi dan kecepatan radiasi matahari, penting untuk mendesain perkandangan ternak, karena dapat memengaruhi proses fisiologi ternak. Lingkungan ternal adalah ruang empat dimensi yang sesuai ditempati ternak. Mamalia dapat bertahan hidup dan berkembang pada suatu lingkungan termal yang tidak disukai, tergantung pada kemampuan ternak itu sendiri dalam menggunakan mekanisme fisiologis dan tingkah laku secara efesien untuk mempertahankan keseimbangan panas di antara tubuhnya dan lingkungan.
4. Air
Sekitar 80-90% tubuh makhluk hidup tersusun atas air. Zat ini digunakan sebagai pelarut di dalam sitoplasma, untuk menjaga tekanan osmosis sel, dan mencegah sel dari kekeringan. Air dibutuhkan untuk kelangsungan hidup organisme. Bagi tumbuhan, air diperlukan dalam pertumbuhan, perkecambahan dan penyebaran biji, bagi hewan dan manusia, air diperlukan untuk pertumbuhan, hidup, dan lain sebagainya. Dalam kehidupan,air sangat diperlukan oleh makhluk hidup karena sebagian tubuh mengandung air. Di alam, air dapat berbentuk gas, cair, dan padat. Air sangat berpengaruh terhadap metabolisme makhluk hidup dan dipengaruhi pula oleh suhu, salinitas, dan PH.
5. Udara
Udara di atmosfer tersusun atas nitrogen (N2, 78%), oksigen (O2, 21%), karbon dioksida (CO2,0,03%), dan gas lainnya.
Jadi gas nitrogen merupakan penyusun udara terbesar di atmosfer bumi.
a. Nitrogen
Unsur Nitrogen merupakan gas yang diperlukan oleh makhluk hidup untuk membentuk protein, dan persenyawaan lainnya. Tumbuhan, hewan, dan manusia tidak mampu memanfaatkan nitrogen yang ada di udara secara langsung. Ada bakteri yang dapat menangkap nitrogen bebas dari udara misalnya, bakteri rhizobium yang hidup bersimbiosis diakar tanaman kacang, atau ganggang biru anabaena yang hidup bersimbiosis dengan azolla (tumbuhan air).
b. Oksigen dan Karbon dioksida
Oksigen (02) merupakan gas pembakar dalam proses pernapasan. Makanan, misalnya karbohidpat yang ada di dalam sel, mengalami pembakaran (oksidasi) guna mendapatkan energi. Oksidasi tersebut sering disebut sebagai pernapasan sel. Dalam pernapasan dihasilkan pula karbondioksida (CO2) dan air (H2O). Baik tumbuhan maupun hewan memerlukan oksigen dari udara bebas untuk pernapasannya dalam rangka mendapatkan energi.
c. Angin dan kelembaban
Angin berperan membantu penyerbukan tumbuhan, menyebarkan spora dan biji tumbuhan. Beberapa serangga hama tumbuhan dapat diterbangkan oleh angin ke tempat lain yang jauh. Kelembaban berperan menjaga organisme agar tidak kehilangan air karena penguapan. Beberapa mikroorganisme seperti jamur dan bakteri hidup di tempat-tempat yang lembab.
6. Mineral
Mineral yang diperlukan tumbuhan misalnya belerang (S), fosfat (P), kalium (K), kalsium (Ca), magnesium (Mg), besi (fe), natrium (Na), dan khlor (C1). Mineral-mineral itu diperoleh tumbuhan dalam bentuk ion-ion yang larut didalam air tanah. Mineral tersebut digunakan untuk berlangsungnya metabolisme tubuh dan untuk penyusun tubuh. Hewan dan manusia pun memerlukan mineral untuk penyusun tubuh dan reaksi-reaksi metabolismenya. Selain itu, mineral juga berfungsi untuk menjaga keseimbangan asam basa dan mengatur fungsi fsikologi (faal) tubuh.
7. Keasaman (PH)
Kesamaan juga berpengaruh jerhadap makhluk hidup. Biasanya makhluk hidup memerlukan lingkungan yang memilik PH netral. Makhluk hidup tidak dapat hidup di lingkungan yang terlalu asam atau basa. Sebagai contoh tanah di Kalimantan yang umumnya bersifat asam memiliki keanekaragaman yang rendah dibandingkan dengan di daerah lain yang tanahnya netral. Tanah di Kalimantan bersifat asam karena tersusun atas gambut.
8. Kadar Garam (Salinitas)
Jika kadar garam tinggi, sel-sel akar tumbuhn akan mati dan akhirnya akan mematikan tumbuhn itu. Didaerah yang berkadar garam tinggi hnya hidup tumbuhan tertentu. Misalnya pohon bakau di pantai yang tahan terhadap lingkungan berkadar garam tinggi.
9. Topografi
Topografi artinya keadaan naik turunnya permukaan bumi disuatu daerah. Topografi berkaitan dengan kelembaban, cahaya, suhu, serta keadaan tanah disuatu daerah. Interaksi berbagai faktor itu membentuk lingkungan yang khas. Sebagai contoh keanekaragaman hayati di daerah perbukitan berbeda dengan di daerah datar. Organisme yang hidup di daerah berbukit berbeda dengan daerah datar. Topografi juga memengaruhi penyebaran makhluk hidup.
10. Garis Lintang
Garis lintang yang berbeda menunjukan kondisi lingkungan yang berbeda pula. Garis lintang secara tidak langsung menyebabkan perbedaan distribusi organisme dipermukaan bumi. Ada organisme yang mampu hidup pada garis lintang tertentu saja.
Indonesia yang terletak di daerah khatulistiwa dan di antara dua benua, memiliki curah hujan yang cukup tinggi, rata-rata 200-225 cm/tahun. Dengan curah hujan yang tinggi dan merata, cahaya matahari sepanjang tahun, dan suhu yang cukup hangat dengan suhu rata-rata 27 derajat C, Indonesia memiliki keanekaragaman flora dan fauna yang tinggi.

B.   FAKTOR-FAKTOR BIOTIK
1. Individu
Individu merupakan organisme tunggal seperti: seekor tikus, seekor kucing, sebatang pohon jambu, sebatang pohon kelapa, dan seorang manusia. Dalam mempertahankan hidup, seti jenis dihadapkan pada masalah-masalah hidup yang kritis. Misalnya, seekor hewan harus mendapatkan makanan, mempertahankan diri terhadap musuh alaminya, serta memelihara anaknya. Untuk mengatasi masalah tersebut, organisme harus memiliki struktur khusus seperti: duri, sayap, kantung, atau tanduk. Hewan juga memperlihatkan tingkah laku tertentu, seperti membuat sarang atau melakukan migrasi yang jauh untuk mencari makanan. Struktur dan tingkah laku demikian disebut adaptasi.
Adaptasi dibagi 3, yaitu:
1) Adaptasi Morfologi
Adaptasi morfologi merupakan penyesuaian bentuk tubuh untuk kelangsungan hidupnya. Contoh:
a) Gigi-gigi khusus
b) Moncong
c) Paruh
d)    Daun
e) Akar
2) Adaptasi Fisiologi
Adaptasi fisiologi merupakan penyesuaian fungsi fisiologi tubuh untuk mempertahankan hidupnya. Contoh:
a) Kelenjar bau
b) Kantong tinta
c) Mimikri pada kadal
3) Adaptasi Tingkah Laku
Adaptasi tingkah laku merupakan adaptasi yang didasarkan pada tingkah laku. Contoh:
a) Pura-pura tidur atau mati
b) Migrasi
2. Populasi
Populasi yaitu sekumpulan individu dari species yang sama dalam suatu waktu dan daerah tertentu. Misalnya populasi penduduk Propinsi Jawa Tengah pada tahun 2000 atau populasi ayam di kampung A. Syarat suatu individu agar dapat dianggap sebagai anggota populasi antara lain adalah dapat hidup bersama dalam satu populasi berfungsi sebagai anggota populasi mempunyai banyak persamaan morfologi, anatomi, dan fisiologi serta dapat melakukan interhibridasi dengan anggota populasi lainnya.
3. Komunitas
Komunitas ialah kumpulan dari berbagai populasi yang hidup pada suatu waktu dan daerah tertentu yang saling berinteraksi dan memengaruhi satu sama lain. Komunitas memiliki deratat keterpaduan yang lebih kompleks bila dibandingkan dengan individu dan populasi. Dalam komunitas, semua organisme merupakan bagian dari komunitas dan antara komponennya saling berhubungan melalui keragaman interaksinya.
4. Ekosistem
Antara komunitas dan lingkungannya selalu terjadi interaksi. Interaksi ini menciptakan kesatuan ekologi yang disebut ekosistem. Komponen penyusun ekosistem adalah produsen (tumbuhan hijau), konsumen (herbivora, karnivora, dan omnivora), dan dekomposer/pengurai (mikroorganisme).
5. Bioma
Yaitu kumpulan berbagai ekosistem yang terdapat dalam wilayah geografis yang sama dengan iklim dan kondisi yang sama.
6. Biosfer
Biosfer yaitu tempat hidup semua makhluk hidup di bumi.

Share this article :

2 comments:

Post a Comment

Entri Populer

 
Support : Creating Website | Tamlona | Tamlona
Copyright © 2011. Kapanpunbisa - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger