Jual Database Murah Daerah Banjarmasin dan Banjarbaru

SEMANGAT PAGI....

Bagi agan-agan yang mau beli DATABASE orang-orang yang berduit khusus daerah BANJARMASIN dan BANJARBARU bisa saja langsung menghubungi Ane. Harganya sangat murah dan datanya dijamin update.
Database Nama + No.Telpon ---> Rp 100,- per No.Telpon
Database No.Hp aja ---> Rp 50,- per No.Hp
jadi, bagi agan-agan yang mau beli bisa saja langsung menghubungi saya:
sms/telpon : 0823-532-137-74 atau melalui email : tamy.1027@gmail.com

Semoga agan-agan bisa cepat clossing,
SALAM SUKSES..

Semiotika Roland Barthes

Roland Barthes di kenal sebagai salah seorang pemikir strukturalis yang getol mempraktikkan model linguistik dan semiologi Saussurean. Barthes berpendapat bahasa adalah sebuah sistem tanda yang mencerminkan asumsi-asumsi dari suatu masyarakat tertentu dalam waktu tertentu.  Dalam penilaian John Lechte (2001), buku yang berjudul Sarrasine ditulis Barthes sebagai upaya untuk mengeksplisit kode-kode narasi yang berlaku dalam suatu naskah realis. Barhtes berpendapat bahwa Sarrasine ini terangkai dalam kode rasionalisasi, suatu proses yang mirip dengan yang terlihat dalam retorika tentang tanda mode. Lima kode yang ditinjau Barthes yaitu:
a.    Kode hermeneutik atau kode teka-teki, berkisar pada harapan pembaca untuk mendapatkan “kebenaran” bagi pertanyaan yang muncul dalam teks.
b.    Kode semik (makna konotatif), banyak menawarkan banyak sisi. Dalam proses pembacaan, pembaca menyusun tema suatu teks.
c.    Kode simbolik, merupakan aspek pengkodean fiksi yang paling khas bersifat struktural.
d.    Kode proaretik (logika tindakan), perlengkapan utama teks yang dibaca orang, artinya semua teks bersifat naratif.
e.    Kode gnomik atau kode kultural, yang membangkitkan suatu badan pengetahuan tertentu. Kode ini merupakan acuan teks ke benda-benda yang sudah diketahui dan kondifikasi oleh budaya.
Tujuan analisis Barthes ini, menurut Lechte, bukan hanya untuk membangun suatu sistem klasifikasi unsur-unsur narasi yang sangat formal, namun lebih banyak untuk menunjukkan bahwa tindakan yang paling masuk akal, rincian yang paling meyakinkan, atau teka-teki yang paling menarik.  Roland Barthes merancang sebuah model sistematis, dengan model ini proses negosiasi, ide pemaknaan, interaktif dapat dianalisis. Inti teori Barthes adalah ide tentang dua tatanan signifikasi (orders of signification).

 
Two Orders of Signification dari Barthes

Barthes menjelaskan signifikansi tahap pertama merupakan hubungan penanda dan petanda dalam sebuah tanda terhadap realitas eksternal. Barthes menyebutnya sebagai denotasi. Konotasi adalah intilah yang digunakan Barthes untuk signifikansi terhadap kedua. Hal ini menggambarkan interaksi yang terjadi ketika tanda bertemu dengan perasaan atau emosi dari pembaca serta nilai-nilai dari kebudayaannya.  Pada signifikansi tahap kedua yang berkaitan dengan isi, tanda bekerja melalui mitos.
Barthes berpendapat cara kerja mitos yang paling penting adalah menaturalisasi sejarah. Hal ini menunjuk pada fakta bahwa mitos sesungguhnya merupakan produk sebuah kelas sosial yang telah meraih dominansi dalam sejarah tertentu: makna yang disebarluaskan melalui mitos  pasti membawa sejarah bersama mereka, namun pelaksanaannya sebagai mitos membuat mereka mencoba menyangkalnya dan menampilkan makna trsebut sebagai alami (natural), bukan bersifat historis atau sosial.

a.    Denotasi
Makna denotasi adalah makna awal utama dari sebuah tanda, teks, dan sebagainya. Pada tahap ini menjelaskan relasi antara penanda (signifier) dan penanda (signified) di dalam tanda, dan antara tanda dengan objek yang diwakilinya (its referent) dalam realitas ekternalnya. Barthes menyebutnya sebagai denotasi. Denotasi merujuk pada apa yang diyakini akal sehat/orang banyak (common-sense), makna yang teramat dari sebuah tanda.

b.    Konotasi
Konotasi merupakan istilah yang digunakan Barthes untuk menjelaskan salah satu dari tiga cara kerja tanda di tahap kedua signifikasi tanda. Konotasi menjelaskan interaksi yang terjadi ketika tanda bertemu dengan perasaan atau emosi dari pengguna dan nilai-nilai di dalam budaya mereka. Bagi Barthes, faktor utama dalam konotasi adalah penanda tanda konotasi. Barthes berpendapat dalam foto setidaknya, perbedaan antara konotasi dan denotasi akan tampak jelas. Denotasi adalah apa yang difoto, konotasi adalah bagaimana proses pengambilan fotonya.

c.    Mitos
Barthes menjelaskan cara yang kedua dalam cara kerja tanda di tatanan kedua adalah melalui mitos. Penggunaan lazimnya adalah kata-kata yang menunjukkan ketidakpercayaan penggunanya. Barthes menggunakan mitos sebagai orang yang mempercayainya, dalam pengertian sebenarnya. Mitos adalah sebuah cerita di mana suatu kebudayaan menjelaskan atau memahami beberapa aspek dari realitas atau alam.

Mari kita kembali contoh sebelumnya tentang sebuah foto jalan yang kita gunakan untuk mengilustrasikan kontasi. Jika kita meminta  selusin fotografer untuk memotret sebuah situasi anak-anak yang sedang  bermain di jalan, bisa dipredeksikan sebagian besar akan menghasilkan tipe foto yang berbeda, bisa dengan kategori hitam putih, hard-focus, dan tidak hidup.
Konotasi dan mitos merupakan cara utama di mana tanda bekerja dalam tatanan kedua pertandaan, yakni tatanan di mana interaksi antara tanda dan pengguna atau kebuayaan paling aktif.  Salah satu area penting yang dirambah Barthes dalam studinya tentang tanda adalah peran pembaca (the reader). Konotasi, walaupun merupakan sifat asli tanda, membuktikan keaktifan pembaca agar dapat berfungsi. Mitos, oleh Barthes disebut sebagai tipe wicara. Ia juga menegaskan bahwa mitos merupakan sistem komunikasi, bahwa dia adalah sebuah pesan. Hal ini memungkinkan kita untuk berpandangan bahwa mitos tak bisa menjadi sebuah objek, konsep, atau ide; mitos adalah cara penandaan (signification), sebuah bentuk. Segala sesuatu bisa menjadi mitos asalkan disajikan oleh sebuah wacana.  Dalam mitos, sekali lagi kita mendapati pola tiga dimensi yang disebut Barthes sebagai: penanda, petanda, dan tanda. Ini bisa dilihat dalam peta tanda Barthes yang dikutip dari buku Semiotika Komunikasi, karya Alex Sobur:




1. signififier
    (penanda)
2. signified
    (petanda)

3. denotative sign (tanda denotatif)

4. CONNOTATIVE SIGNIFIER
    (PENANDA KONOTATIF)
5. CONNOTATIVE SIGNIFIED
    (PETANDA KONOTATIF)
6. CONNOTATIVE SIGN (TANDA KONOTATIF)

Peta Tanda Roland Barthes

Dari peta Barthes di atas, terlihat bahwa tanda denotatif (3) terdiri atas penanda (1) dan petanda (2). Akan tetapi, pada saat bersamaan,tanda denotatif adalah juga penanda konotatif (4). Dengan kata lain hal tersebut merupakan unsur material: hanya jika anda mengenal tanda “singa” barulah konotatif seperti harga diri, kegarangan, dan keberanian menjadi mungkin. Jadi, dalam konsep Barthes, tanda konotatif tidak sekedar memiliki makna tambahan namun juga mengandung kedua bagian tanda denotatif yang melandasi keberadaannya.

Pengertian Semiotika (Semiotics)

Secara etimologis, istilah semiotik berasal dari kata Yunani semeion yang berarti “tanda”. Tanda itu sendiri didefinisikan sebagai sesuatu yang atas dasar konversi sosial yang terbangun sebelumnya, dapat dianggap mewakili sesuatu yang lain. Dalam kamus Websters’ New World Dictionary, semiotik adalah a general theory of signs and symbol, the analysis of the nature and relationship of signs in language, usually including three branches, syntactics, semantics, and pragmatics. Istilah semeion tampaknya diturunkan dari kedokteran hipopraktik atau asklepiadik dengan perhatiannya pada simtomatologi dan diagnosa inferensi. “Tanda” pada masa itu masih bermakna sesuatu hal yang menunjukkan pada adanya hal lain. Contohnya, asap menandai adanya api.
Secara terminologis, semiotik dapat didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari sederetan luas objek-objek, peristiwa-peristiwa, seluruh kebudayaan sebagai tanda. Van Zoest mengartikan semiotik sebagai ilmu tanda (sign) dan segala yang berhubungan dengannya: cara berfungsinya, hubungannya dengan kata lain, pengirimannya, dan penerimaannya oleh mereka yang memper-gunakannya.
Saussure mendefinisikan, semiotika atau semiologi merupakan “sebuah ilmu yang mengkaji kehidupan tanda-tanda di tengah masyarakat” dan, dengan demikian, menjadi bagian dari disiplin psikologi sosial. Tujuannya adalah untuk menunjukkan bagaimana terbentuknya tanda-tanda beserta kaidah-kaidah yang mengaturnya. Kata semiotika dan semiologi sering dipakai secara bergantian, meskipun keduanya berbeda dalam peran yang diberikan oleh Saussure terhadap paradigma linguistik dalam merumuskan hukum umum. Tanda linguistik Saussure dibagi dua bagian; signifiant (penanda) dan signifie (petanda). Tanda adalah arbitrer, yakni hubungan antara penanda dan petanda tidak mengandung motivasi dan didasarkan pada konvensi, bukan hubungan natural antara bentuk dan makna.
Semiotik adalah ilmu tentang tanda-tanda. Studi tentang tanda dan segala yang berhubungan dengannya, cara berfungsinya, hubungannya dengan tanda-tanda lain, pengirimannya dan penerimaannya oleh mereka yang menggu-nakannya. Semiotik merupakan kajian tentang bagaimana tanda-tanda, termasuk bahasa, menjembatani dunia pengalaman dan pikiran manusia. Oleh karena hanya ada sedikit hubungan alami antara bahasa dan realitas, bahasa sebenarnya membentuk realitas.Tradisi semiotik terdiri atas sekumpulan teori tentang bagaimana tanda-tanda mempresentasikan benda, ide, keadaan, situasi, perasaan, dan kondisi di luar tanda-tanda itu sendiri.penyelidikan tanda-tanda tidak hanya memberikan cara untuk melihat komunikasi, melainkan memiliki pengaruh yang kuat pada hampir semua perspektif yang sekarang diterapkan pada teori komunikasi.

Download Soundtrack (OST) Lagu Iklan Wechat


Kali ini saya akan berbagi link download lagu dan lirik lagu salah satu iklan chatting WeChat. Menurut saya iklan ini sangat romantis banget..hehe ^_^  Mungkin sudah banyak temen-temen yang mencarinya namun belum ketemu-ketemu, dan sekarang saya beri link downloadnya. Lagu iklan ini merupakan lagu yang keluar pada tahun 2012, yang dinyanyikan oleh Petra Sihombing ft Ben Sihombing dengan judul "Mine"

http://adfoc.us/4177834491492


LIRIK Petra Sihombing ft Ben Sihombing - Mine

Girl your heart, girl your face
is so different from them others
I say, you're the only one that I'll adore

Cos everytime you're by my side
My blood rushes through my veins
And my geeky face, blushed so silly oo yeah, oyeah

And I want to make you mine

Reff :
Oh baby I'll take you to the sky
Forever you and I, you and I
And we'll be together till we die
Our love will last forever
and forever you'll be mine, you'll be mine

Girl your smile and your charm
Lingers always on my mind
I'll say, you're the only
one that I've waited for

A Pink – Nonono [Video + Lirik]

A Pink (bahasa Korea: 에이핑크) adalah grup musik wanita Korea Selatan beranggotakan 6 orang di bawah A Cube Entertainment yang dibentuk pada tahun 2011. 
A-Pink akhirnya kembali dengan merilis mini album baru mereka!
Mereka sudah melakukan panggung comeback mereka tadi malam, dan juga telah merilis teaser untuk MV terbaru, tetapi kini kalian bisa melepaskan rasa penasaran kalian dengan menonton MV mereka, “Nonono” yang baru saja dirilis!
Yuk, kita lihat keceriaan A-Pink dengan MV terbaru mereka “NoNoNo” di bawah ini.
[Bomi] Seulpeohajima no no no honjaga anya no no no
Eonjenanana naege hangsang bichi dwae jun geudae 
[Eunji] Nae soneul jabayo ije jigeum dagawa gidae
Eonjena himi dwae julge 
 
[Chorong] Naega himi deul ttae naege dagaon geudae
Salmyeosi naegero wa immatchwo jun geudae 
[Hayoung] Machi mabeopcheoreom nal gamssajun
Jeongmal ireon gibun cheoeumiya 
 
[Bomi] Gakkeumssigeun geudaedo himdeungayo
Geureoke honja seulpeohamyeon eotteokhae 
[Namjoo] Hana dulssik buri kkeojyeoganeun gonggan soge
Naega neol bichwojulge (oh) 
 
[Bomi] Seulpeohajima no no no honjaga anya no no no
Eonjenanana naege hangsang bichi dwae jun geudae 
[Eunji] Nae soneul jabayo ije jigeum dagawa gidae
Eonjena himi dwae julge 
 
[Naeun] Kkumi manteon geudaen neomu tteollideon geuttaee
Sumanheun siryeon soge gijeogeul baraetgo 
[Hayoung] Galsurok bureooneun barame heundeullineun moseup cheoeumiya 
[Eunji] Oraetdongan manhido chamannayo
Amu mal anko gogae tteolgumyeon eotteokhae 
[Namjoo] Hana dulssik gyeoteul tteonaganeun sesang soge
Naega neol bichwojulge (oh) 
[Bomi] Seulpeohajima no no no honjaga anya no no no
Eonjenanana naege hangsang bichi dwae jun geudae 
[Eunji] Nae soneul jabayo ije jigeum dagawa gidae
Eonjena himi dwae julge 
[Naeun] Gajang naege himi dwae jueotdeon
Nareul eonjena mideojudeon geudae 
[Hayoung] Dadeul geumanhae rago malhal ttae
[Namjoo] Majimak niga barabol sarang ijen naega dwae julge 
 
[Chorong] Seulpeohajima no no no honjaga anya no no no
Eonjenanana naege hangsang bichi dwae jun geudae
[Eunji] Nae soneul jabayo ije jigeum dagawa gidae (i love you)
Eonjena himi dwae julge

Yamada Dan 7 Penyihir 2013 (Yamada-kun to 7-nin no Majo) COMPLATE episode


Sinopsis:
Diangkat dari Manga/Komik berjudul sama. Yamada Ryu (Yamamoto Yusuke) siswa SMU paling bego dan jahil di sekolah, suatu hari tanpa sengaja jiwanya tertukar dengan Shiraishi Urara (Nishiuchi Mariya), cewe terpintar dan pendiam setelah terjatuh dan berciuman. Kemudian diketahui ada legenda tentang 7 penyihir disekolah itu, apa sebenarnya yg terjadi dengan Yamada? Apa arti tukar jiwa itu? Siapakah ke-7 penyihir itu? Kekuatan apa yang tersembunyi dikedalaman sekolah? Saksikan Drama Jepang kocak ini di ParePareSubs.

Movie:
1. Episode 1 ---> Download
2. Episode 2 ---> Download
3. Episode 3 ---> Download
4. Episode 4 ---> Download
5. Episode 5 ---> Download
6. Episode 6 ---> Download
7. Episode 7 ---> Download
8. Episode 8 ---> Download Final

Sub Indo:

Cara download:
1. Klik Download
2. Akan muncul gambar seperti di bawah, klik SKIP pada pojok kanan.




3. Kemudian akan masuk pada link download, klik download.

Hakikat Belajar Mengajar dan Pembelajaran

HAKIKAT BELAJAR
Belajar adalah proses untuk mengubah diri dari tidak tahu menjadi tahu, dari belum bisa menjadi bisa, dari belum terampil menjadi terampil dan mahir. Sedangkan mengajar sendiri adalah upaya mentransformasi orang lain, yakni peserta didik, agar menjadi tahu, bisa, terampil, dan mahir. Bila belajar dan mengajar digabungkan dalam satu aktivitas bersama maka hal ini disebut sebagai kegiatan pembelajaran.

Menurut Burton 1984 dalam Usman (2000: 4) bahwa belajar diartikan sebagai perubahan tingkah laku pada diri individu berkat adanya interaksi antara individu dengan individu dan antara individu dengan lingkungannya sehingga mereka lebih mampu berinteraksi dengan lingkungannya.

Menurut Ervest R. Ilgars dalam Usman (2000: 5) menjelaskan bahwa belajar adalah suatu proses dimana ditimbulkan atau diubahkan suatu kegiatan karena mereaksi suatu kegiatan. Perubahan tersebut tidak disebabkan oleh proses pertumbuhan (kematangan) atau keadaan organisme yang sementara. H.C. Witherinton dalam Usman (2005: 5) mengemukakan bahwa belajar adalah sebuah perubahan di dalam kepribadian yang menyatakan diri sebagai suatu pola baru dari reaksi yang berupa kecakapan, sikap, kebiasaan kepribadian atau suatu pengertian.

Dari berbagai definisi belajar, maka oleh Usman (2005: 5) menyimpulkan bahwa belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku atau kecakapan manusia. Perubahan tingkah laku ini bukan disebabkan oleh proses pertumbuhan yang bersifat fisiologis atau proses kematangan.

Pembelajaran = belajar + mengajar

Pembelajaran itu sendiri secara konsep dasarnya adalah pertemuan atau persenyawaan antara aktivitas murid belajar dan guru sedang mengajar. Secara hakikat, pembelajaran adalah proses peningkatan kemampuan baik di ranah kognitif, afektif, dan juga ranah keterampilan melalui aktivitas interaksi antar-elemen pembelajaran. Elemen pembelajaran yang dimaksud ada tiga, yakni guru, siswa, dan media atau sumber belajar. Apabila terjadi interaksi yang sempurna antara ketiganya, maka itulah yang disebut dengan pembelajaran aktif.

Interaksi belajar-mengajar atau interaksi pembelajaran adalah suatu kegiatan yang bersifat interaktif dari berbagai komponen untuk mewujudkan tercapainya tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dalam perencanaan pembelajaran. Tanpa adanya interaksi, maka tidak akan ada proses belajar.

Pembelajaran yang sempurna setidaknya memiliki delapan tipe interaksi yang intensif, yakni:

  1. Interaksi antara guru dan siswa;
  2. Interaksi antara guru dan sumber belajar;
  3. Interaksi antara setiap individu siswa langsung dengan media dan sumber belajarnya;
  4. Interaksi antara individu siswa dengan individu siswa yang lain;
  5. Interaksi antara guru dan kelompok siswa;
  6. Interaksi antara individu siswa dengan kelompoknya;
  7. Interaksi kelompok dengan sumber dan media belajarnya;
  8. Interaksi antara kelompok dengan kelompok lain.

Apabila pembelajaran aktif dapat berlangsung dengan baik, maka guru harus memastikan bahwa kedelapan tipe interaksi tersebut harus benar-benar terlaksana semua. Interaksi yang terbangun harus benar-benar berada dalam lingkup kegiatan belajar yang bermakna, maka membangun ragam interaksi ini harus dengan metode pembelajaran yang tepat.

Interaksi ini sangat erat kaitannya dengan metode pembelajaran, sebab interaksi ini hanya bisa muncul bila guru memfasilitasinya dengan suatu metode pembelajaran. Sehingga, semakin banyak guru menggunakan metode pembelajaran, maka dalam sesi tersebut akan semakin banyak membangun interaksi antar-elemen pembelajaran. Misalkan saja metode bermain peran secara berkelompok, maka metode ini akan dapat membangun interaksi antara individu siswa dengan kelompok.

HAKIKAT MENGAJAR
Kegiatan belajar mengajar merupakan suatu hubungan timbal balik antara siswa dengan guru dan antara sesama siswa dalam proses pembelajaran. Dengan kata lain kegiatan belajar mengajar merupakan suatu kesatuan dari dalam kegiatan yang terarah.

Kegiatan belajar pada hakekatnya merupakan kegiatan dalam proses pendidikan baik dalam lingkungan pendidikan formal, informal maupun dalam lingkungan non formal. Oleh karena itu masalah belajar bukan hanya masalah sekolah tetapi malah setiap manusia sehingga berhasil tidaknya tujuan pendidikan akan sangat tergantung pada bagaimana proses belajar yang dilakukan oleh pelajar itu sendiri.

Sehubungan dengan pentingnya masalah belajar dalam kehidupan setiap individu mendorong para ahli untuk berusaha mempelajari menafsirkan dan merumuskan sesuatu konsep belajar yang dijadikan suatu pedoman dalam membantu mencapai tujuannya. Akan tetapi hasil rumusan antar ahli menunjukkan perbedaan-perbedaan yang disebabkan oleh kompleksnya masalah belajar yang terjadi pada setiap individu.

Mengajar pada prinsipnya adalah membimbing siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Atau dapat pula dikatakan bahwa mengajar merupakan suatu usaha mengorganisasi lingkungan dalam hubungannya dengan anak didik dan bahan pengajaran sehingga menimbulkan terjadinya proses belajar pada diri siswa (Usman 2000: 6).

Pengertian mengajar di atas mengandung makna bahwa guru dituntut untuk dapat berperan sebagai organisator kegiatan belajar siswa yang mampu memanfaatkan lingkungan, bauk terdapat di dalam kelas maupun di luar kelas.

Menurut J.S. Bruner dalam Usman (2000: 5) mengemukakan bahwa mengajar adalah menyajikan ide, problem, atau pengetahuan dalam bentuk yang sederhana sehingga dapat dipahami oleh setiap siswa.

Berdasarkan penjelasan tersebut dapat dikemukakan bahwa mengajar merupakan suatu perbuatan yang memerlukan tanggung jawab moral, maka berhasilnya pendidikan siswa secara formal terletak pada tanggung jawab guru dalam melaksanakan tugas mengajar. Mengajar merupakan suatu perubahan atau pekerjaan yang bersifat unik tetapi sederhana. Dikatakan unik karena berkenaan dengan manusia yang belajar, yakni siswa dan guru yang mengajar serta bertalian erat dengan manusia di dalam masyarakat. Dikatakan sederhana karena mengajar dilaksanakan secara praktis dalam dalam kehidupan sehari-hari dan mudah dihayati oleh siapapun (Usman 2000: 5).

HAKIKAT PEMBELAJARAN
Secara umum istilah belajar dimaknai sebagai suatu kegiatan yang mengakibatkan terjadinya perubahan tingkah laku. Dengan pengertian demikian, maka pembelajaran dapat dimaknai sebagai suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru sedemikian rupa, sehingga tingkah laku peserta didik berubah ke arah yang lebih baik (Darsono, 2000: 24). Adapun yang dimaksud dengan proses pembelajaran adalah sarana dan cara bagaimana suatu generasi belajar, atau dengan kata lain bagaimana sarana belajar itu secara efektif digunakan. Hal ini tentu berbeda dengan proses belajar yang diartikan sebagai cara bagaimana para pembelajar itu memiliki dan mengakses isi pelajaran itu sendiri (Tilaar, 2002: 128).

Berangkat dari pengertian tersebut, maka dapat dipahami bahwa pembelajaran membutuhkan hubungan dialogis yang sungguh-sungguh antara guru dan peserta didik, dimana penekanannya adalah pada proses pembelajaran oleh peserta didik (student of learning), dan bukan pengajaran oleh guru (teacher of teaching) (Suryosubroto, 1997: 34). Konsep seperti ini membawa konsekuensi kepada fokus pembelajaran yang lebih ditekankan pada keaktifan peserta didik sehingga proses yang terjadi dapat menjelaskan sejauh mana tujuan-tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dapat dicapai oleh peserta didik.

Keaktifan peserta didik ini tidak hanya dituntut secara fisik saja, tetapi juga dari segi kejiwaan. Apabila hanya fisik peserta didik saja yang aktif, tetapi pikiran dan mentalnya kurang aktif, maka kemungkinan besar tujuan pembelajaran tidak tercapai. Ini sama halnya dengan peserta didik tidak belajar, karena peserta didik tidak merasakan perubahan di dalam dirinya (Fathurrohman & Sutikno, 2007: 9).

Pembelajaran pada hakekatnya adalah proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungan, sehingga terjadi perubahan perilaku kearah yang lebih baik. Dan tugas guru adalah mengkoordinasikan lingkungan agar menunjang terjadinya perubahan perilaku bagi peserta didik. Pembelajaran juga dapat diartikan sebagai usaha sadar pendidik untuk membantu peserta didik agar mereka dapat belajar sesuai dengan kebutuhan dan minatnya. Disini pendidik berperan sebagai fasilitator yang menyediakan fasilitas dan menciptakan situasi yang mendukung peningkatan kemampuan belajar peserta didik.

Fungsi-fungsi pembelajaran yaitu sebagai berikut:
1.  Pembelajaran sebagai sistem
Pembelajaran sebagai sistem terdiri dari sejumlah komponen yang terorganisir antara lain tujuan pembelajaran , materi pembelajaran , strategi dan metode pembelajaran, media pembelajaran/alat peraga , pengorganisasian kelas, evaluasi pembelajaran, dan tindak lanjut pembelajaran (remedial dan pengayaan).

2.  Pembelajaran sebagai proses
Pembelajaran sebagai proses merupakan rangkaian upaya atau kegiatan guru dalam rangka membuat siswa belaja, meliputi:
  • Persiapan, merencanakan program pengajaran  tahunan, semester, dan penyusunan persiapan mengajar (lesson plan) dan  penyiapan perangkat kelengkapannya antara lain alat peraga, dan alat evaluasi, buku  atau media cetak lainnya.
  • Melaksanakan kegiatan pembelajaran  dengan mengacu pada persiapan pembelajaran  yang telah dibuatnya. Banyak dipengaruhi oleh pendekatan atau strategi dan metode-metode pembelajaran yang telah dipilih dan dirancang penerapannya, serta filosofi kerja dan komitmen guru , persepsi, dan sikapnya terhadap siswa;
  • Menindaklanjuti pembelajaran  yang telah dikelolanya. Kegiatan pasca pembelajaran ini dapat berbentuk enrichment (pengayaan), dapat pula berupa pemberian layanan remedial teaching bagi siswa yang berkesulitan belajar.
Ciri-ciri pembelajaran sebagai berikut :
  1. Merupakan upaya sadar dan disengaja
  2. Pembelajaran harus membuat siswa belajar
  3. Tujuan harus ditetapkan terlebih dahulu sebelum proses dilaksanakan
  4. Pelaksanaannya terkendali, baik isinya, waktu, proses maupun hasil

Dijual Daging Ular, Kelawar, Anjing dan Babi, Pasar Minahasa

Keunikan Pasar, Pasar Tomohon di Sulawesi Utara tampak seperti pasar tradisional biasa. Ada yang menjual ayam, sayuran, dan berbagai jenis keperluan dapur lainnya. Namun, melangkah lebih jauh lagi ke dalam pasar, terdapat lapak yang menjual binatang yang tidak umum dimakan. Harus saya peringatkan, pasar ini tidak cocok bagi pencinta binatang! Tomohon terletak di Kabupaten Minahasa, sekitar satu jam dari Manado. Tomohon menjadi salah satu objek wisata di Sulawesi Utara ini karena topografi alamnya yang indah. Kota terbesar ketiga di provinsi ini terletak di antara dua gunung, yaitu Mahawu dan Lokon yang belum lama ini meletus. Salah satu atraksi wisata paling menarik di Tomohon adalah Pasar Beriman Tomohon. Saya beruntung karena baru mengunjungi pasar tradisional ini hari Sabtu lalu, tepat sehari sebelum Hari Raya Paskah. Pada hari itu, warga setempat berduyun-duyun pergi ke pasar untuk membeli berbagai keperluan pesta perayaan. Jalan menuju pasar pun sempat macet karena banyaknya angkutan umum dan mobil pribadi yang bergerak menuju pasar. Lalu, apa yang menarik di pasar ini? Di samping menjual berbagai keperluan sehari-hari, pasar ini juga menjual berbagai jenis daging dan binatang.

Di situlah uniknya, binatang yang dijual tidak akan Anda temukan di pasar-pasar tradisional lain di Indonesia. Binatang-binatang ini, baik yang dijual dalam keadaan  hidup atau sudah mati, biasa dijadikan santapan bagi penduduk sekitar Tomohon. Binatang pertama yang saya lihat adalah babi yang sudah mati. Babi ini diangkut dengan sepeda motor oleh pedagangnya. Sebenarnya daging babi umum dijual di mana-mana, namun baru kali saya menemukan babi yang masih utuh. Ukurannya pun sangat besar.

Melangkah masuk ke pasar yang penuh sesak saya melihat tumpukan binatang lain. Ternyata itu adalah tumpukan tikus yang telah dipanggang. Tampaknya tikus menjadi salah satu barang dagangan yang cukup laku, karena banyak jumlah pedagang yang menjajakan binatang ini cukup banyak.

Babi hutan pun dijual di pasar ini. Berbeda dengan babi ternak yang ukurannya besar dan berwarna putih, ukuran babi hutan lebih kecil dengan bulu berwarna hitam. Sebagian sudah dikuliti, dan sebagian lainnya masih utuh. Ada pula satu lapak yang menjual ular besar dan sudah disembelih. Terlihat beberapa pembeli tengah menunggu daging ular dipotong dan ditimbang.  Kelelawar juga dijual sebagai bahan masakan, sayapnya sudah dipisahkan dari tubuhnya. Binatang lain yang tampaknya juga banyak dijual di Pasar Tomohon adalah anjing.
Ada anjing-anjing yang masih hidup — yang akan dibunuh dengan cara dipukul oleh pedagangnya bila ada pembeli. Ada pula anjing-anjing yang sudah dibakar dan dibumbui. Anjing-anjing ini dibakar dalam keadaan utuh sehingga terus terang saja saya sedikit ngeri.

Yang tak kalah menyeramkan adalah kucing bakar. Menurut pedagangnya, kucing-kucing tersebut juga telah diberi berbagai macam bumbu tradisional. Satu ekor kucing dijual dengan harga Rp 100 ribu. Tidak seperti maraknya pedagang anjing dan tikus, saya hanya mendapati satu lapak yang menjual kucing.

Cara Aktivasi Office 2013 Permanent


Cara Aktivasi Office 2013 Permanent apakah benar activator ini bisa buat office 2013 kita menjadi permanent. admin sudah mencoba dan akhirnya office menjadi aktif selamanya.

untuk yang penasaran silahkan sobat mencobanya dengan mendownload di link di bawah ini activator cuma 8 mb.

Download Aktivator Office 2013 Permanent ===> Aktivator Office 2013 Permanent

Password RAR : kapanpunbisa.blogspot.com

Cara Aktivasi

1. Instal dulu office 2013
2. run as administrator install cmd yang ada di folder 8OAT15
3.tunggu hingga proses selesai
4. run as administrator install cmd yang ada di folder 15SSFP
5. selesai
6. sekarang office 2013 sobat sudah aktif selamanya.

Demikianlah cara aktivasi Office 2013 Permanent. semoga bermanfaat.

Upaya Meningkatan Motivasi Belajar

Dalam rangka mengupayakan agar motivasi belajar siswa tinggi, seorang guru menurut Winkel (1991) hendaknya selalu memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
1.     Seorang guru hendaknya mampu mengoptimalisasikan penerapan prinsip belajar, pada prinsipnya harus memandang bahwa dengan kehadiran siswa di kelas merupakan suatu motivasi belajar yang datang dari siswa.
2.     Guru hendaknya mampu mengoptimalisasikan unsur-unsur dinamis dalam pembelajaran, karena dalam proses belajar, seorang siswa terkadang dapat terhambat oleh adanya berbagai permasalahan. Hal ini dapat disebabkan oleh karena kelelahan jasmani ataupun mental siswa.  Untuk itu upaya yang dapat dilakukan  seorang guru (Dimyati, 1994 : 95) adalah dengan cara :
a.      memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan hambatan belajar yang di alaminya ;
b.     meminta kesempatan kepada orang tua siswa agar memberikan kesempatan kepada siswa untuk beraktualisasi diri dalam belajar ;
c.      memanfaatkan unsur-unsur lingkungan yang mendorong belajar ;
d.     menggunakan waktu secara tertib, penguat dan suasana gembira terpusat pada perilaku belajar ;
e.      merangsang siswa dengan penguat memberi rasa percaya diri bahwa ia dapat mengatasi segala hambatan dan pasti berhasil.
f.       Guru mengoptimalisasikan pemanfataan pengalaman dan kemampuan siswa. Perilaku belajar yang ditunjukkan siswa merupakan suatu rangkaian perilaku yang ditunjukkan pada kesehariannya. Untuk itu, maka pengalaman yang diberikan oleh guru terhadap siswa dalam meningkatkan motivasi belajar menurut Dimyati dan Mudjiono (1994) adalah dengan cara :
·        siswa ditugasi membaca bahan belajar sebelumnya, tiap membaca hal-hal penting dari bahan tersebut dicatat.
·        guru memecahkan hal yang sukar bagi siswa dengan cara memecahkannya.
·        guru mengajarkan cara memecahkan dan mendidik keberanian kepada siswa dalam mengatasi kesukaran.
·        guru mengajak serta siswa mengalami dan mengatasi kesukaran.
·        guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mampu memecahkan masalah dan mungkin akan membantu rekannya yang mengalami kesulitan.
·        guru memberi penguatan kepada siswa yang berhasil mengatasi kesulitan belajarnya sendiri.
·        guru menghargai pengalaman dan kemampuan siswa agar belajar secara mandiri.

Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar anak oleh orang tua: 
Salah satu alasan kenapa seorang anak malas belajar adalah hilangnya motivasi. Menanamkan motivasi pada dasarnya sama artinya dengan proses pembelajaran pada anak agar anak mengetahui apa manfaat belajar bagi dirinya sehingga seorang anak menyukai belajar.
  1.     Mencarikan teman yang suka  belajar dan berprestasi untuk anak Anda adalah salah satu cara agar anak terpacu untuk belajar. Hal itu karena bergaul dengan anak-anak seperti itu akan memacu anak untuk meniru perilaku mereka.
  2.      Selain itu, coba cari  komunitas yang mempunyai kebiasaan baik dalam belajar. Biarkan anak-anak kita melihat apa yang mereka lakukan sehingga tumbuh rasa senang bergaul dengan mereka.  
  3.       Satu hal lagi, jangan paksa anak-anak untuk melakukan sesuatu yang tidak mereka sukai. Carilah cara untuk membuat anak Anda menjadi suka atas apa yang Anda inginkan. Jika Anda ingin anak Anda belajar Bahasa Inggris, maka berikan alasan sehingga seorang anak menyukai Bahasa Inggris.
  4.       Cara yang terbaik adalah mengetahui kemampuan, minat dan bakat seorang anak. Tanpa pengetahuan memadai tentang bagaimana potensi dan minta anak maka Anda sedang berlaku sebagai komandan yang hanya bisa memerintah. Dan ini akan membuat seorang anak merasa terlangkahi dan tidak dihargai.
  5.       Masuklah ke jiwa anak-anak kita dan temukan cara yang terbaik untuk menumbuhkan motivasi belajar mereka.



Pengertian Psikologi Belajar

Psikologi Belajar adalah sebuah frase yang terdiri dari dua kata, yaitu, Psikologi dan Belajar. Psikologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu psyche yang artinya jiwa dan logos yang berasal dari ilmu. Jadi, secara harfiah psikologi berarti ilmu tentang jiwa atau ilmu jiwa.
Dalam perkembangan selanjutnya, karena kontak dengan berbagai disiplin ilmu, maka lahirlah bermacam-macam definisi psikologi yang satu sama lain berbeda, seperti berikut:

  1. Psikologi adalah ilmu mengenai kehidupan mental (the science of mental life)
  2. Psikologi adalah ilmu mengenai pikiran (the science of mind)
  3. Psikologi adalah ilmu mengenai tingkah laku (the science of behavior).

Pada hakikatnya, bidang kajian psikologi banyak menyentuh bidang kehidupan diri organisme, baik manusia maupun hewan. Penyelidikan dilakukan mengenai bagaimana dan mengapa organisme-organisme itu melakukan apa yang mereka lakukan. Namun lebih khusus, psikologi lebih banyak dikaitkan sebagai ilmu pengetahuan yang berusaha memahami perilaku manusia, alasan dan cara mereka melakukan sesuatu, dan juga memahami bagaimana manusia berpikir dan berperasaan.
Sedangkan belajar itu sendiri secara sederhana dapat diberi definisi sebagai aktifitas yang dilakukan individu secara sadar untuk mendapatkan sejumlah kesan dari apa yang telah dipelajari dan sebagai hasil dari interaksinya dengan lingkungan sekitarnya. Aktivitas di sini dipahami sebagai serangkaian kegiatan jiwa raga, psikofisik, menuju ke perkembangan pribadi individu seutuhnya, yang menyangkut unsur cipta (kognitif), rasa (afektif), dan karsa (psikomotor).
Perkembangan dalam arti belajar di sini dipahami sebagai "perubahan" yang relatif permanen pada aspek psikologis. Individu yang berubah karena gila, mabuk, atau cedera fisik, bukanlah termasuk kategoti belajar, walaupun mempengaruhi jiwanya untuk sementara.
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahawa psikologi belajar adalah sebuah disiplin psikologi yang berisi teori-teori psikologi mengenai belajar, terutama mengupas bagaimana cara individu belajar atau melakukan pembelajaran.

Kehidupan Akhirat Lebih Baik dan Kekal

Kali ini saya akan memposting hasil dari tugas kuliah Tafsir, yang menafsirkan surah Al-'Ala ayat 14-17:

Allah banyak menggambarkan tentang orang-orang yang beruntung. Dalam al Quran di awal-awal al
Baqoroh orang yang beruntung adalah orang yang beriman kepada perkara ghoib, mendirikan sholat, menunaikan zakat. Termasuk pula beriman kepada kitab-kitab yang Allah turunkan. Dalam surat al Mukminun, Allah menggambarkan lebih panjang dan lebih detail lagi.
Orang yang beruntung adalah orang yang bersyukur atas nikmat Allah dan bersabar atas ujian Allah. Rosulullah bersabda, “Sungguh menakjubkan keadaan orang yang beriman, segala urusan baginya selalu baik. Dan hal itu tidak akan terjadi kecuali pada orang yang beriman; jika dia mendapat kesenangan dia bersyukur, dan hal itu baik baginya. Dan apabila tertimpa kesulitan dia bersabar dan kesabaran itu baik pula baginya.” (HR. Muslim)
“Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman). Dan Dia ingat nama Tuhannya, lalu Dia sembahyang. Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.” (QS. Al-A’la: 14-17)
Di dalam tafsir al-maraghi dijelaskan sebagai berikut :
  1. Aflaha artinya beruntung dan selamat dari siksaan di akhirat;
  2. Tadzakka artinya bersih dari kotoran dosa yang disebabkan menentang kebenaran dan keras hati.
  3. Wadzakara asma rabbih artinya menyebutkan sifat-sifat Allah dalam hati, seperti tentang keagungan dan kehebatan-Nya.
  4. Fa Shalla artinya merendahkan dan menundukan dirinya terhadap segala perintah Allah.
Jiwa yang bersih sebagaiman disebutkan pada ayat tersebut dapat dilakukan dengan keimanan kepada Allah serta menolak kenusyrikan, serta membenarkan terhadap segala yang dibawa oleh Rasulullah SAW disertai amal salih. Sedangkan menyebut nama Allah lalu mengerjakan shalat, maksudnya adalah menghadirkan sifat-sifat keagungan dan kesempurnaan Allah di dalam hati sanubari, kemudian patuh dan tunduk terhadap keagungan dan kehebatannya. Seseorang yang menyebut nama Tuhan-nya dan mengagungkannya di dalam hati, serta takut dari ancamannya kemudian jiwanya penuh dengan rasa takut adalah termasuk orang yang imannya kokoh. Selanjutnya orang yang selalu benar terhadap apa yang dilakukannya, niscaya ia akan mengutamakan kehidupan akhirat dari pada kehidupan dunia. Hal yang demikian sejalan dengan pendapat akal yang sehat dan petunjak syara`.
Diketahui bahwa kehidupan akhirat bersifat kekal dan kenikmatannya tidak akan pernah sirna, tidak ada kekurangan dan cacat, sedangkan kehidupan duniawi akan sirna, terkena oleh kerusakan. Barangsiapa yang yang lebih mendahulukan kehidupan duniawi, dan mencintai perhiasan duniawi, berarti orang tersebut tidak membenarkan adanya kehidupan akhirat, atau keimanan orang tersebut tidak dapat melewati ucapannya, dan tidak sampai pada hatinya. Dengan demikian, balasan pahala sebagaimana dijanjikan bagi orang-orang yang beriman tidak sampai kepada orang tersebut.
Al-Qur’an ketika menguraikan sifat kesementaraan dunia dan kedekatannya bukan bermaksud meremehkan kehidupan dunia atau menganjurkan untuk meningkatkan dan tidak memperhatikannya tetapi mengingatkan manusia akan kesementaraan itu sehingga tidak hanya memperoleh kenikmatan dengan gemerlap duniawi serta mengabaikan kehidupan yang kekal.
Dunia adalah arena kebenaran bagi yang menyadari hakikatnya ia adalah tempat dan jalan kebahagiaan bagi yang memahaminya. Dunia adalah arena kekayaan bagi yang menggunakannya untuk mengumpul bekal perjalanan menuju keabadian. Serta aneka pelajaran bagi yang merenung dan memperhatikan fenomena serta peristiwa-peristiwanya ia adalah tempat mengabdi para pecinta Allah, tempat berdo’a malaikat, tempat turunnya wahyu bagi para Nabi dan tempat curahan rahmat bagi yang taat.

sekian dulu postingan saya hari ini, semoga bermanfaat.

Makna Dan Tujuan Evaluasi Diri

Mata kuliah saya hari ini tentang "Evaluasi Diri"..jadi gak salahnya juga saya ngeshare sedikit pembahasan mengenangi evaluasi diri. ^_^

A.  Makna Evaluasi dan Evaluasi-diri 

Evaluasi, secara umum merupakan suatu proses pengumpulan serta pemrosesan data dan informasi yang akan digunakan sebagai dasar pengambilkan keputusan, pengelolaan dan pengembangan program studi/perguruan tinggi.

Evaluasi-diri merupakan upaya program studi/perguruan tinggi untuk mengetahui gambaran mengenai kinerja dan keadaan dirinya melalui pengkajian dan analisis yang dilakukan oleh  program studi/perguruan tinggi sendiri berkenaan dengan kekuatan, kelemahan, peluang, tantangan, kendala, bahkan ancaman. Pengkajian dan analisis itu dapat dilaksanakan dengan memanfaatkan pakar sejawat dari luar program studi/perguruan tinggi, sehingga evaluasi-diri dapat dilaksanakan secara objektif.

B.  Tujuan Evaluasi-diri

Evaluasi-diri dimaksudkan untuk hal-hal berikut:

  1. Penyusunan profil lembaga yang komprehensif dengan data mutakhir.
  2. Perencanaan dan perbaikan-diri secara berkelanjutan.
  3. Penjaminan mutu internal program studi/lembaga perguruan tinggi.
  4. Pemberian informasi mengenai program studi/perguruan tinggi kepada masyarakat dan pihak tertentu yang memerlukannya (stakeholders).
  5. Persiapan evaluasi eksternal (akreditasi).


C.  Manfaat Evaluasi-diri

Hasil evaluasi-diri dapat digunakan oleh program studi/perguruan tinggi untuk hal-hal berikut.

  1. Membantu dalam identifikasi masalah, penilaian program dan pencapaian sasaran.
  2. Memperkuat budaya evaluasi kelembagaan (institusional evaluation) dan analisis-diri.
  3. Memperkenalkan staf baru kepada keseluruhan program studi/ perguruan tinggi.
  4. Memperkuat jiwa korsa dalam lembaga, memperkecil kesenjangan antara tujuan pribadi dan tujuan lembaga dan mendorong keterbukaan.
  5. Menemukan kader baru bagi lembaga.
  6. Mendorong program studi/perguruan tinggi untuk meninjau kembali kebijakan yang telah usang.
  7. Memberi informasi tentang status program studi/perguruan tinggi dibandingkan dengan program studi/perguruan tinggi lain.


D.  Ciri Evaluasi-diri yang Baik

Evaluasi-diri yang baik memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
  1. Dilakukan dengan motivasi intrinsik. 
  2. Pimpinan mendukung penuh. 
  3. Semua pihak dalam lembaga mendukung. 
  4. Direncanakan sesuai denan keperluan lembaga. 
  5. Dimaksudkan untuk menilai kembali tujuan lembaga. 
  6. Proses evaluasi-diri dilaksanakan dan dipimpin dengan baik.
  7. Evaluasi-diri dilaksanakan secara terbuka/transparan, objektif, jujur, bertanggung jawab dan akuntabel.
  8. Mendeskripsikan dan menganalisis kekuatan dan kelemahan yang dimiliki program studi/perguruan tinggi, dan peluang serta ancaman yang ada di lingkungan program studi/perguruan tinggi.
  9. Berbagai permasalahan diteliti dan dicarikan alternatif pemecahannya.
  10. Hasil evaluasi-diri dimanfaatkan untuk menyusun strategi dan rencana pengembangan dan perbaikan program secara  berkelanjutan.
  11. Hasilnya berupa perbaikan proses evaluasi kelembagaan dan analisis-diri, serta perbaikan dan pengembanan program secara berkelanjutan (continuous program improvement and development).
  12. Laporan disusun dengan baik. 
sekian dulu postingan hari ini, semoga bermanfaat. Terima Kasih ^_^

Kehidupan Dunia - Al-Qur'an Surah Al-Hadiid Ayat 20

kali ini saya akan memposting dari hasil tugas kuliah saya tentang kehidupan dunia ^_^

Kehidupan di dunia merupakan permainan dan senda gurau. Ada kalanya menang ada kalanya kalah. Susah dan senang silih berganti. Senangnya merupakan kesenangan yang menipu, sedihnya merupakan kesengsaraan sementara. Itulah di namakan kehidupan di alam fana. Sungguh berbeda dengan kehidupan sejati dan abadi di akhirat  nanti. Barangsiapa senang, maka ia akan selamanya senang (Ya Allah, masukkanlah kami ke dalam golongan ini). Barangsiapa menderita, maka ia akan menderita selamanya (na’udzu billahi min zalik).
 Al-Quran menyebutkan bahawa kehidupan di dunia tidak lebih hanya main-main dan senda gurau semata:

“Dan Tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?” (QS. Al-An’am: 32)
Maksudnya: kesenangan-kesenangan duniawi itu hanya sebentar dan tidak kekal. janganlah orang terperdaya dengan kesenangan-kesenangan dunia, serta lalai dari memperhatikan urusan akhirat.


“Ketahuilah, bahwa Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan Para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu Lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (QS. Al-Hadiid: 20)
Menurut Al-Maraghi bahwa ayat tersebut menggambarkan sifat dari kehidupan dunia, diantaranya adalah yang mudah sirna, sebagaimana halnya hujan yang turun dan membelah bumi yang tandus, kemudianberaneka ragam tanaman tumbuh, hijau menguning, menyenangkan petani atau orang yang menanamnya, kemudian tidak lama pohon tersebut menua,layu dan kering kemudian mati. hal ini tidak berarti bahwa seseorang dilarang mencari dan menikmati kehidupan dunia, namun yang dianjurkan agar ia tidak terperdaya hanya mementingkan kehidupan didunia, melupakan akhirat. Kehidupan dunia justru harus dilihatdalam mencari kehidupan akhirat. Hal lain yang perlu dicatat, bahwa jika seseorang hanya memenyingkan kehidupan dunia,maka yang ia dapati hanya kehidupan dunia itu saja. Sedangkan jika ia mementingkan kehidupan akhirat, ia akan mendapatkan dunia dan akhirat, sebab untuk mencapai kebahagiaan hidup diakhirat ia harus mencapai kehidupan dunia. Orang yang bersedekah atau berinfak dijalan allah misalnya ia harus memiliki harta. Demikian pula yang akan menjalankan ibdah haji, juga harus memerlukan harta benda.
Tingkatan kehidupan manusia di dunia dalam hubungannya dengan kehidupan akhirat, maka manusia terbagi menjadi tiga kelompok: kelompok pertama yaitu orang yang melihat dunia ini hanya tempat persinggahan sementara untuk melakukan investasi amal ibadah kebajikan untuk hidup di akhirat. Kelompok ini tidak membenci dunia, bahkan memerlukan dunia (harta) tetapi dunia (harta) tersebut bukan sebagai tujuan, melainkan sebagai alat. Ia juga memiliki harta, namun tidak sampai terperdaya dan terpesona oleh harta tersebut.
Sedangkan kelompok yang kedua yaitu kelompok yang hampr saja terbuai, terpedaya dan terlena oleh kehidupan dunia, dan hampir saja melupakan akhirat. Pada masa mudanya orang ini gemar mengumpulkan harta benda, berfoya-foya, memperturutkan selera hawa nafsu, dan lupa mengerjakan amal ibadah untuk bekal kehidupan akhirat. Kesadaran akan perlunya bekal kehidupan akhirat baru terjadi menjelang akhir hayatnya di waktu tua. Ia segera bertaubat memohon ampunan kepada allah, diiringi dengan memperbanyak ibadah.
Adapun kelompok yang ketiga adalah mereka yang benar-benar terbuai, terpesona dan tergila-gila oleh harta benda. Hidupnya hanya untuk dunia, memperturutkan hawa nafsu, tanpa sedikitpum memikirkan kehidupan akhirat. Sikap yang seperti itu, ia lakukan sampai ajal (kematian) datang menjemputnya, tanpa ada sedikitpun waktu untuk bertaubat dan memperbaiki perbuatan buruknya. Allah SWT senagai Yang Maha Pengasih dan Penyayang, mengingatkan kepada makhluk-Nya agar jangan sampai terpedaya oleh kenikmatan dunia yang demikian itu dalam surat Al-Hadid ayat 20.
Adanya kehidupan akhirat dengan berbagai permasalahannya bukanlah termasuk masalah empiris yang dapat diobservasi, melainkan termasuk masalah yang hanya dapat diimani, yaitu mengimani adanya berdasarkan informasi yang diberikan oleh Allah. Atas dasar keyakinan ini, maka untuk mendapatkan informasi yang lengkap tentang kehidupan akhirat harus merujuk kepada informasi yang diberikan Allah di dalam al-Qur’an.
Berdasarkan uraian tersebut di atas, terlihat bahwa keimanan terhadap hari akhirat paling kurang memiliki empat implikasi kependidikan sebagai berikut: Pertama, implikasi materi atau muatan pendidikan. Yakni bahwa keimanan terhadap hari akhirat merupakan bagian terpenting dari materi pelajaran yang harus diberikan.
Kedua, implikasi materi atau muatan pendidikan akhlak sebagai hasil dari materi pendidikan keimanan. Dengan keimanan yang kuat akan adanya hari akhirat seseorang akan memanfaatkan kehidupannya di dunia ini untuk melakukan amal ibadah dan perbuatan kebajikan yang sebanyak-banyaknya. Bersamaan dengan itu, juga dapat mendorong seseorang untuk menjauhkan perbuatan yang tercela.
Ketiga, implikasi evaluasi pendidikan yang berfungsi untuk melihat hasil pendidikan secara obyektif. Yaitu evaluasi yang didasarkan kepada hasil yang dicapai oleh setiap orang yang menjadi sasaran dalam kegiatan pendidikan.
Keempat, implikasi administrative, yakni bahwa hasil dari proses pendidikan sekecil apapun harus dihitung, dinilai, dan dipadukan secara komprehensif dan dikoleresikan antara satu bagian dengan bagian yang lain, sehingga dapat diketahui hasilnya secara utuh.

Tafsir Ibnu Katsir
Menerangkan bentuk kehidupan dunia dalam semua tingkatnya sejak kecil berupa main-main, kemudian berubah menjadi hiburan, lalu perhiasan kecantikan dan ketampanan dan berbangga-banggaan, kemudian berbanyak-banyak harta dan anak buah, jika telah mencapai usia cukup tua. Tidak berbeda dengan air hujan yang di atas ladang, kebun dan menumbuhkan berbagi tumbuhan yang sangat menakjubkan. Orang-orang yang memperhatikannya, terutama orang-orang kafir yang tidak mengenal akhirat, mereka sangat kagum melihat hasil yang diperoleh dari kebun dan ladang itu. Kemudian tiba saatnya daun-daun tumbuhan itu menjadi kuning lalu berguguran menjadi sampah. Itulah contoh dunia bagimana indahnya akan habis, rusak dan binasa. Sedangkan akhirat ada siksa yang sangat berat keras, disamping ada pengampunan dan ridha Allah. Kehidupan dunia hanyalah bekal kesenangan sementara bagaikan menipu bagi orang yang menyangka akan dapat hidup kekal selamanya.

Tafsir Jalalain
(Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan) sebagai perhiasan (dan bermegah-megahan antara kalian serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak) artinya, menyibukkan diri di dalamnya. Adapun mengenai ketaatan dan hal-hal yang membantu menuju kepadanya termasuk perkara-perkara akhirat (seperti) kehidupan dunia yang menyilaukan kalian dan kepunahannya sesudah itu bagaikan (hujan) bagaikan air hujan (yang membuat orang-orang yang bertani merasa kagum) merasa takjub (akan tanam-tanamannya) yang tumbuh disebabkan turunnya hujan itu (kemudian tanaman itu menjadi kering) lapuk dan kering (dan kamu lihat warnanya yang kuning itu kemudian menjadi hancur) menjadi keropos dan berjatuhan ditiup angin. (Dan di akhirat ada azab yang keras) bagi orang-orang yang lebih memilih keduniaan (dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya) bagi orang-orang yang lebih memilih akhirat daripada dunia. (Dan kehidupan dunia ini tidak lain) maksudnya bersenang-senang dalam dunia ini tiada lain (hanyalah kesenangan yang menipu).

sekian dulu postingan hari ini, kalau ada kekeliruan dalam postingan ini mohon maaf, karena saya juga dalam tahap belajar. ^_^

Entri Populer

 
Support : Creating Website | Tamlona | Tamlona
Copyright © 2011. Kapanpunbisa - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger