Tuesday, 31 May 2011

Untuk mendapatkan wawasan yang jelas mengenai perkembangan anak, orang membagi masa perkembangan dalam beberapa periode, sebab pada saat-saat perkembangan tertentu, anak-anak secara umum memperlihatkan ciri-ciri dan tingkah laku karakteristik yang hampir sama.Pada umumnya, sarjana-sarjana ilmu psikologi mengemukakan pembagian-pembagian periode tadi menurut pertimbangan sendiri. Hal tersebut disebabkan oleh karena batas-batas yang jelas dari masa-masa perkembangan itu memang tidak bisa dipastikan dengan seksama. Setiap pencetus teori ingin menonjolkan beberapa aspek dalam setiap fase. Sekalipun begitu, pembagian-pembagian tadi pada intinya banyak mengandung unsur kesamaan.[1]
Dalam periodisasi perkembangan, para ahli bermacam-macam pendapatnya, yang pada garis besarnya dapat dikelompokkan ke dalam tiga pandangan yaitu:
-        Periodisasi berdasarkan pandangan biologis,
-        Periodisasi berdasarkan pandangan didaktis, dan
-        Periodisasi berdasarkan pandangan psikologis.[2]

A.     Perodisasi Perkembangan Berdasarkan Pandangan Biologis
Yang dimaksud dengan periodisasi berdasarkan biologis ialah para ahli kejiwaan mendasarkan pembahasannya pada kondisi atau proses pertumbuhan biologis anak. Hal tersebut dapat dimaklumi karena pertumbuhan biologis ikut berpengaruh terhadap perkembangan kejiwaan seorang anak.[3]
Yang termasuk dalam kelompok ini antara lain:
1.    Pendapat Arisroteles:
a.    Fase I                        : umur 0-7 tahun disebut masa anak kecil, kegiatan anak waktu ini hanya bermain.
b.    Fase II           : umur 7-14 tahun disebut masa anak atau masa sekolah di mana kegiatan anak mulai belajar di sekolah dasar.
c.    Fase III         : umur 14-21 tahun disebut masa remaja atau puberitas, masa ini adalah masa peralihan (transisi) dari anak menjadi orang dewasa.
Pembagian ini lamanya masing-masing fase adalah tujuh tahun, ditandai dengan perubahan-perubahan jasmani anak, antara fase I dan fase II itu ditandai dengan adanya pergantian gigi, serta batas antara fase II denagn fase III ditandai dengan mulai berkerjanya atau berfungsinya organ kelengkapan kelamin, contoh mulai aktif kelenjar kelamin.
2.    Pendapat Sigmund Freud:
a.    Fase oral        : umur 0-1 tahun, masa ini mulut merupakan sentral pokok keaktifan yang dinamis.
b.    Fase anal       : umur 1-3 tahun, dorongan dan tahanan berpusat pada alat pembuangan kotoran.
c.    Fase falis       : umur 3-5 tahun, fase ini alat-alat kelamin merupakan daerah organ paling penting.
d.   Fase latent     : umur 5-12/13 tahun, terdapat kecenderungan- kecenderungan dalam keadaan tertekan.
e.    Fase pubertas: umur 12/13-20 tahun, dorongan-dorongan timbul kembali (implus-implus), tetapi dapat disublimasikan hingga menuju fase kematangan.
f.     Fase genital   : umur 20 tahun-ke atas, seseorang telah sampai pada awal dewasa.
3.    Pendapat Kretschmer
a.         Fullungsperiode I, umur 0-3 tahun, pada masa ini dalam keadaan pendek, gemuk, bersikap terbuka, mudah bergaul dan mudah didekati.
b.    Streckungsperiode I, umur 3-7 tahun, kondisi badan anak tampak langsing (tidak begitu gemuk) biasanya sikap anak tertutup sukar bergaul, juga sukar didekati.
c.    Fullungsperiode II, umur 7-13 tahun, keadaan fisik anak kembali gemuk.
d.   Streckungsperiode II, umur 13 tahun, keadaan fisik anak kembali langsing.

B. Periodesasi Perkembangan Berdasarkan Pandangan Didaktis
Yang dimaksud dari tinjauan ini adalah dari segi keperluan/materi apa kiranya yang tepat diberikan kepada peserta didik pada masa-masa tertentu, serta memikirkan tentang kemungkinan metode yang paling efektif untuk diterapkan di dalam mengajar atau mendidik anak pada masa tertentu tersebut.
Para ahli yang termasuk dalam kelompok ini adalah antara lain:
1.    Johann Amos Comenius
a.    Scola materna (sekolah ibu) usia 0-6 tahun, masa anak mengembangkan organ tubuh dan panca indra di bawah asuhan ibu (keluarga).
b.    Scole vermecula (sekolah bahasa ibu) usia 6-12 tahun, mengembangkan pikiran, ingatan dan perasaannya di sekolah dengan menggunakan bahasa daerah (bahasa ibu).
c.    Scola latina (sekolah bahasa latin), masa anak mengembangkan potensinya terutama daya intelektualnaya dengan bahasa asing, pada usia 12-18 tahun.
d.   Academia (akademia) adalah media pendidikan yang tepat bagi anak usia 18-24 tahun.
2.    Jean Jacques Roesseau
a.    Usia 0-2 tahun, adalah masa asuhan.
b.    Usia 2-12 tahun, adalah masa pentingnya pendidkan jasmani dan alat-alat indra.
c.    Usia 12-15 tahun, adalah masa perkembangan pikiran dan masa juga terbatas.
d.   Usia 15-20 tahun, adalah masa pentingnya pendidikan serta pembentukan watak, kesusilaan juga pembinaan mental agama.
3.    Dr. Maria Montessori,
a.    Usia 1-7, masa penerimaan dan pengaturan rangsangan dari dunia luar melalui alat indra.
b.    Usia 7-12, masa abstrak, di mana anak sudah mulia memperhatikan masalah kesusilaan, mulai berfungsi perasaan etisnya yang bersumber dari kaat hatinya.dia mulai tahu kebutuhan orang lain.
c.    Usia 12-18, masa pertemuan diri serta kepuasan terhadap masalah-masalah sosial.
d.   Usia 18-24, masa pendidikan di perguruan tinggi, masa untuk melatih anak (mahasiswa) akan realitaskepentingan dunia. Ia harus mampu berpikir secara jernih, jauh dari perbuatan tercela.
4.    Menurut Undang-undang Pendidikan Nasional:
a.    Pendidikan tingkat taman kanak-kanak (usia sampai 6 tahun).
b.    Pendidikan dasar (usia  6-15 tahun).
c.    Pendidikan menengah (usia    15-18 tahun).
d.   Pendidkan tinggi (usia    18-24 tahun).

C.     Periodisasi Perkembangan Berdasarkan Psikologis
Para ahli membahas gejala perkembangan jiwa anak, berorientasi dari sudut pandang psikologis, mereka tidak lagi mendasarkan pada sudut biologis dan didaktis.
1.    Pendapat Oswald Kroh:
Tokoh utama yang mendasarkan periodisasi ini kepada keadaan psikologis ialah Oswald Kroh. Beliau menjadikan masa-masa kegoncangan sebagai dasar pembagian masa-masa perkembangan, karena beliau yakin bahwa masa kegoncangan inilah yang merupakan keadaan psikologis yang khas dan dialami oleh setiap anak dalam masa perkembangannya[4], yang disebutnya dengan istilah trotz-periode. Menurutnya, sepanjang kehidupan ini terdapat tiga kali masa trotz, yaitu:
a.    Trotz-periode I, anak mengalami masa krisis pertama ketika ia berusia 3-5 tahun. Masa ini disebut juga masa anak-anak awal.
b.    Trotz-periode II, anak mengalami masa krisis yang kedua ketika iaberusia 11-12 tahun, masa ini termasuk masa keserasian bersekolah.
c.    Trotz-periode III, terjadi pada akhir masa remaja, dan lebih tepat disebut dengan masa kematanagn  dari pada masa krisis.
2.    Pendapat Kohnstamm:
a.    Periode Vital (0-1 tahun), disebut juga masa menyusu.
b.    Periode Estetis (1-6 tahun), disebut juga masa pencoba dan masa bermain.
c.    Periode Intelektual (6-12 tahun), disebut juga masa sekolah.
d.   Periode Sosial (12-21 tahun), disebut juga masa pemuda.
e.    Periode manusia matang (21 tahun ke atas) disebut juga masa dewasa.
3.    Pendapat Robert J. Havighurst:
a.    Masa bayi dan anak kecil, usia 0-6 tahun.
b.    Masa sekolah, usia 6-12 tahun.
c.    Masa remaja, usia 12-18 tahun.
d.   Masa dewasa awal, usia 12-18 tahun.
e.    Masa setengah baya, usia 30-50.
f.     Masa tua, usia 50 tahun ke atas.[5]

2 komentar:

Post a Comment

Categories

Popular Posts

SAHABAT BLOGGER

Ordered List